Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Wednesday, March 11, 2015

JALAN KESELAMATAN SEMUA ORANG


Pada hari Kamis 26 Februari 2015 15 orang (10 Ibu dan 5 Bapak) mengikuti pertemuan Kelompok Murangan Timur dalam program Jagongan Iman di rumah Ibu Rini. Dua orang dari peserta adalah peninjau dari Lingkungan Santo Antonius Paroki Mlati dan dari Lingkungan Murangan Barat Paroki Medari. Ini adalah pertemuan ketujuh yang membahas pokok Syahadat Katolik tentang iman kepada Tuhan Yesus "yang naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang Mahakuasa". Di dalam pembicaraan para peserta terfokus pada kata-kata "duduk di sebelah kanan Allah Bapa". Dari berbagai lontaran pendapat, ada 4 hal yang dapat dipakai untuk membuat kesimpulan:
  • Kesetaraan ilahi: Kembali-Nya Yesus ke surga lalu duduk di sebelah kanan Bapa menunjukkan kesetaraan ilahi di antara Pribadi-pribadi Allah Tritunggal Mahakudus. 
  • Pengutamaan: Istilah "duduk di sebelah kanan" berarti diutamakan. Apalagi surga adalah tempat tinggi atau utama.
  • Jalan keselamatan: Peristiwa Yesus naik ke surga adalah untuk menyelamatkan manusia. Kata kuncinya adalah "kebangkitan" sehingga jelaslah tujuan Yesus sesudah bangkit dari antara orang mati.
  • Anak Allah: Yesus yang turun ke dunia lalu kembali ke surga menunjukkan bahwa Dia 100% Manusia dan 100% Allah. Yesus mempunyai tempat istimewa bagi Bapa sebagai Anak Allah.
Dengan keyakinan itu kita sebagai saudara-saudara Yesus jadi yakin kalau juga punya hak surga. Yesuslah yang menjadi pegangan kita. Di dalam pembicaraan kemudian muncul soal bagaimana orang-orang yang "beragama lain". Para peserta memiliki pendapat-pendapat yang yakin bahwa walaupun bukan anggota Gereja mereka juga ada jalan keselamatan dengan berbagai alasan: 1) Asal taat pada inti ajaran agamanya karena bagi Allah tidak ada yang tak mungkin; 2) Allah itu sumber kebaikan sehingga siapapun yang berbuat baik ada dalam Allah; 3) Agama apa saja terserah asal imannya terarah menyatu dengan Allah; 4) Konsili Vatikan II mengajarkan bahwa di luar Katolik ada keselamatan asal selalu berhendak baik; 5) Orang Islam juga percaya bahwa Yesus adalah hakim akhir zaman; 6) Menurut Tuhan Yesus kata kuncinya adalah "iman" untuk memperoleh keselamatan sehingga meterai kekal itu adalah iman.

Yang menjadi bacaan untuk peneguhan dan perluasan cakrawala adalah Katekismus Gereja Katolik 659.661.663.664:

659   "Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke surga, lalu duduk di sebelah kanan Allah" (Mrk 16:19). Tubuh Kristus telah dimuliakan pada saat kebangkitan, seperti dibuktikan oleh sifat-sifat baru dan adikodrati, yang dimiliki tubuh-Nya mulai sekarang dan seterusnya. Tetapi selama empat puluh hari, di mana Ia dengan ramah makan dan minum bersama murid-murid-Nya dan mengajarkan mereka mengenai Kerajaan Allah, kemuliaan-Nya masih terselubung dalam sosok tubuh seorang manusia biasa. Penampakan Kristus lantas berakhir dengan masuknya kodrat manusiawi-Nya secara definitif ke dalam kemuliaan ilahi, yang dilambangkan oleh awan dan langit. Di sana Yesus duduk di sebelah kanan Allah. Sebagai kekecualian - dan hanya satu kali - Ia menunjukkan Diri dalam suatu penampakan terakhir kepada Paulus - seperti kepada anak yang "lahir cacat" (1 Kor 15:8) - dan menjadikan dia Rasul.
661   Langkah terakhir pemuliaan ini berhubungan erat dengan yang pertama, artinya dengan turun-Nya dari surga dalam penjelmaan-Nya menjadi manusia. Dan hanya Dia "yang datang dari Bapa", dapat "kembali kepada Bapa": Kristus. "Tidak ada seorang pun yang telah naik ke surga, selain daripada Dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak Manusia" (Yoh 3:13). Diserahkan kepada kekuatan kodratinya, kodrat manusiawi tidak dapat masuk ke dalam "rumah Bapa" (Yoh 14:2); ke dalam kehidupan dan kebahagiaan Allah. Hanya Kristus dapat membuka pintu ini untuk manusia: "la memberi harapan kepada anggota-anggota tubuh-Nya, supaya mengikuti Dia ke sana, ke mana Ia mendahului mereka sebagai orang pertama" (MR, Prefasi Kenaikan Tuhan).
663   Sekarang Kristus duduk di sisi kanan Bapa: "Dengan ungkapan `di sisi kanan Bapa' kita mengerti kemuliaan dan kehormatan Allah, di mana Putera Allah yang sehakikat dengan Bapa, hidup sejak kekal dan di mana Ia sekarang, setelah dalam waktu terakhir Ia menjadi daging, juga duduk secara badani, karena daging-Nya turut dimuliakan" (Yohanes dari Damaskus, f. o. 4,2).
664   Duduk di sebelah kanan Bapa berarti awal kekuasaan Mesias. Penglihatan nabi Daniel dipenuhi: "Kepada-Nya diberikan kekuasaan, kemuliaan, dan kekuasaan sebagai raja. Segala bangsa, suku bangsa, dan bahasa mengabdi kepada-Nya. Kekuasaan-Nya kekal dan tidak akan lenyap. Kerajaan-Nya tidak akan musnah" (Dan 7:14). Sejak saat ini para Rasul menjadi saksi-saksi "kekuasaan-Nya", yang "tidak akan berakhir" (Syahadat Nisea-Konstantinopel).

0 comments:

Post a Comment