Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Thursday, March 19, 2015

Lamunan Pekan Prapaskah IV

Jumat, 20 Maret 2015

Yohanes 7:1-2.10.25-30

7:1. Sesudah itu Yesus berjalan keliling Galilea, sebab Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya.
7:2 Ketika itu sudah dekat hari raya orang Yahudi, yaitu hari raya Pondok Daun.
7:10 Tetapi sesudah saudara-saudara Yesus berangkat ke pesta itu, Iapun pergi juga ke situ, tidak terang-terangan tetapi diam-diam. 
7:25 Beberapa orang Yerusalem berkata: "Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh?
7:26 Dan lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya. Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus?
7:27 Tetapi tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya, tetapi bilamana Kristus datang, tidak ada seorangpun yang tahu dari mana asal-Nya."
7:28 Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: "Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal.
7:29 Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku."
7:30 Mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba.


Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, kalau hidupnya terancam orang dapat merasa ketakutan. Dia dapat tidak berani berjumpa dengan pengancamnya.
  • Tampaknya, kalau orang dipandang oleh penguasa masyarakat sebagai sosok berbahaya, dia dapat menyingkir dari pergaulan umum. Apalagi kalau menjadi sasaran penangkapan, dia dapat bersembunyi bahkan menamarkan diri.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata sekalipun terancam kehilangan nyawa, kalau orang selalu hidup dalam terang nurani dan dalam perjuangan demi kebaikan umum, dia dapat dengan tenang tampil di muka publik menyampaikan pikiran-pikirannya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan selalu berprihatin demi kebaikan umum terutama kaum papa dan menderita walau hidupnya terancam karena harus berseberangan dengan kaum pemegang kekuasaan.
Ah, keselamatan diri harus diutamakan.

0 comments:

Post a Comment