Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Thursday, March 2, 2017

Sabda Hidup


Jumat, 03 Maret 2017
Hari Jumat sesudah Rabu Abu
warna liturgi Ungu 
Bacaan
Yes. 58:1-9a; Mzm. 51:3-4,5-6a,18-19; Mat. 9:14-15. BcOKel 2:1-22

Matius 9:14-15:
14 Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: "Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?" 15 Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.

Renungan:
Perbedaan seringkali menimbulkan tanya. Seorang anak laki-laki dan perempuan sering bertanya tentang perbedaan mereka. Orang pun menanyakan kenapa warna kulit, suku, agama mereka berbeda. Mereka akan mencari tahu apa yang menyebabkan perbedaan tersebut terjadi.
Para murid Yohanes pun menyadari ada perbedaan cara hidup mereka dan cara hidup para murid Yesus. “Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?” (Mat 9:14). Mereka pun mencari tahu alasan perbedaan tersebut.
Ada banyak perbedaan dalam hidup kita bersama dengan yang lain. Kalau tidak disikapi dengan baik maka perbedaan tersebut bisa menjadi bahan olok-olok dan pertengkaran. Maka rasanya para murid Yohanes bisa menjadi contoh dalam menyikapi perbedaan. Mereka tidak memperolok dan mengejek perbedaan tersebut, tetapi mencari tahu mengapa ada perbedaan itu.

Kontemplasi:
Bayangkan perbedaan yang kaualami dengan orang di lingkunganmu. Cari tahu apa penyebabnya.

Refleksi:
Bagaimana menyikapi perbedaan di sekitar kita?

Doa:
Tuhan semoga sekalipun kami berbeda-beda, kami bisa saling hidup berdampingan dan saling memperkaya. Amin.

Perutusan:
Aku akan menerima perbedaan sebagai kekayaan dalam menapaki sejarah hidup. -nasp-

0 comments:

Post a Comment