Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Monday, March 19, 2018

Kanak-kanak dan Remaja Nandan


"Jarene sing arep teka remaja. Kleru pa?" (Katanya yang akan datang remaja. Ada kekeliruan, kah?) tanya Rm. Ria ketika makan siang Sabtu 17 Maret 2018. Sesuai dengan informasi Mbak Nita dari Paroki Nandan, Rm. Bambang memang memberi informasi kepada para rama Domus bahwa pada saat itu yang akan datang adalah para anggota Pendampingan Iman Remaja. Tetapi sesudah datang Rm. Bambang baru tahu bahwa kenyataannya campuran sehingga terhadap pertanyaan Rm. Ria jawabannya adalah "Ternyata sing teka ana cah-cah Pendampingan Iman anak, ana calon penerima Komuni Pertama, lan beberapa remaja" (Ternyata yang datang ada yang kanak-kanak Pendampingan Iman Anak, ada calon penerima Komuni Pertama, dan beberapa remaja). Rombongan dari Paroki Nandan ini masuk Domus Pacis pada jam 11.15. Kepada beberapa pendamping yang menyertai, Rm. Bambang meminta semua masuk di Kapel Santo Barnabas Domus Pacis.

Dalam pertemuan di Kapel Barnabas Rm. Harto juga ikut hadir. Rm. Bambang membuka kesempatan bertanya apa saja. Ada yang membutuhkan omongan cukup lama ketika seorang anak bertanya "Apakah ini gereja?" sambil tangannya menunjuk ruang Kapel Barnabas. Rm. Bambang menjelaskan bahwa gereja itu ada di Paroki. Sedang yang kecil-kecil namanya kapel. Rumah-rumah para suster, bruder, dan kumpulan rama biasa punya kapel. Kebetulan di Nandan ada Bruderan Karitas. Hal ini juga menjadi contoh. Suasana pertemuan di Kapel Barnabas menjadi seru penuh dengan tawa ria ketika Rm. Bambang memberi kesempatan kepada Rm. Harto untuk berbicara. Karena suara Rm. Harto tak dapat keras dan omongannya kerap terbata-bata, Rm. Bambang yang memegang mikropon untuk Rm. Harto kerap mengulang kata-kata Rm. Harto. Tetapi pengulangan itu kerap dikelirukan sehingga membuat semua tertawa. Sebagai contoh ketika Rm. Harto berkata "Dulu saya sekolah di SD Tarakanita". Rm. Bambang mengulang dengan berkata "Ternyata dulu Rm.Harto sekolah di SD Takaranwanita". Sesudah acara di Kapel, semua menikmati makan siang bersama. Sementara itu anak-anak yang akan Komuni Pertama meminta tanda tangan dari Rm. Bambang. "E, kasih salam pada rama-rama yang ada di kamar makan" Rm. Bambang berseru dan anak-anak pun masuk kamar makan menyalami Rm. Yadi, Rm. Ria, Rm. Tri Hartono, dan Rm. Harto.

1 comments:

admin said...

Terima kasih romo Bambang, sudah menerima PIR Nandan, kami juga meliput kunjungan tersebut dan sudah diupload di http://www.parokinandan.com/2018/03/mengasihi-dengan-perbuatan-pertemuan.html?m=1

Post a Comment