Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Thursday, March 22, 2018

Percikan Nas Jumat, 23 Maret 2018

Turibius dr Mogrovejo
warna liturgi Ungu

Jumat, 23 Maret 2018

Bacaan-bacaan:
Yer. 20:10-13; Mzm. 18:2-3a,3bc-4,5-6,7; Yoh. 10:31-42. BcO Rat. 3:1-33
Nas Injil:
31 Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus. 32 Kata Yesus kepada mereka: “Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?” 33 Jawab orang-orang Yahudi itu: “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.” 34 Kata Yesus kepada mereka: “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah? 35 Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah?sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan?, 36 masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah? 37 Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku, 38 tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.” 39 Sekali lagi mereka mencoba menangkap Dia, tetapi Ia luput dari tangan mereka. 40 Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan, ke tempat Yohanes membaptis dahulu, lalu Ia tinggal di situ. 41 Dan banyak orang datang kepada-Nya dan berkata: “Yohanes memang tidak membuat satu tandapun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar.” 42 Dan banyak orang di situ percaya kepada-Nya.
Percikan Nas
Orang-orang Yahudi menghakimi Yesus, “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.” (Yoh 10:33). Mereka memandang Yesus menghojat Allah. Pandangan ini menghapus segala perbuatan baik yang telah dilakukan Yesus. Semua perbuatan baik itu seakan tidak ada artinya.
Sikap orang Yahudi itu ternyata masih juga hidup pada jaman sekarang ini. Orang yang benci memang selalu berusaha mencari kesalahan lawannya. Tuduhan menghojat Allah tampaknya masih efektif untuk menjatuhkan orang. Yang utama bagi mereka adalah menjatuhkan orang yang dibenci. Mata mereka tertutup untuk melihat kebenaran dan kebaikan orang yang dibenci. Yang ada adalah: orang ini salah dan harus dihancurkan.
Kiranya kita perlu selalu mawas sebelum menghakimi seseorang. Apakah tuduhan salah kita memang berdasar fakta kesalahan ataukah hanya karena kuasa emosi kita? Apakah kita memang lebih baik daripada yang kita hakimi? Jangan sampai kita salah menilai seseorang. Jangan sampai kita pun menjatuhkan diri dengan tuduhan salah kita.
Doa:
Bapa semoga aku bisa jernih melihat perkara-perkara di depanku. Semoga aku hidup didasari oleh kasih bukan kebencian. Semoga orang-orang yang dikuasai kebencian sadar akan kesalahannya. Amin.
(goeng)

0 comments:

Post a Comment