Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Tuesday, September 3, 2013

Lamunan Pekan Biasa XXII


Rabu, 4 September 2013

Lukas 4:38-44

4:38 Kemudian Ia meninggalkan rumah ibadat itu dan pergi ke rumah Simon. Adapun ibu mertua Simon demam keras dan mereka meminta kepada Yesus supaya menolong dia.
4:39 Maka Ia berdiri di sisi perempuan itu, lalu menghardik demam itu, dan penyakit itu pun meninggalkan dia. Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka.
4:40 Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit. Ia pun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka.
4:41 Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: "Engkau adalah Anak Allah." Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias.
4:42 Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka.
4:43 Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus."
4:44 Dan Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea


Butir-butir Permenungan
  • Katanya, beragama yang benar tidak boleh hanya dibatasi dalam lingkup kegiatan peribadatan. Dari sini muncul kata-kata agama harus jadi kegiatan "altar dan pasar" karena antara ibadat dan kehidupan sehari-hari dengan segala kesibukan dan permasalahannya harus terjadi hubungan timbal balik.
  • Katanya, karena pentingnya pengamalan hidup keagamaan, kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan juga harus diperhatikan. Kesungguhan keagamaan juga harus diwujudkan dalam program dan kegiatan terutama bagi dan bersama kaum kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel (KLMTD).
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa program kegiatan apa pun dalam agama kesemuanya adalah tanda dan sarana perjuangan menyebarkan aura ilahi yang membuat relung hati orang mengalami daya keceriaan dalam keadaan apa pun. Dalam yang ilahi para pejuang sebar aura ilahi akan selalu menjaga hati hening dengan memanfaatkan kesempatan sesedikit apa pun untuk bersunyi diri.
Ah, beragama itu yang pokok ya ibadat dan kolekte! 

0 comments:

Post a Comment