Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Thursday, September 12, 2013

Sabda Hidup


Jumat, 13 September 2013
Peringatan Wajib St. Yohanes Krisostomus
Warna Liturgi Putih
Bacaan
1Tim. 1:1-2,12-14; Mzm. 16:1,2a,5,7-8,11; Luk. 6:39-42

Lukas 6:39-42
6:39 Yesus mengatakan pula suatu perumpamaan kepada mereka: "Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang?
6:40 Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.
6:41 Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?
6:42 Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."


Renungan
Menyenangkan hidup bersama dalam percakapan yang segar dengan sesama. Namun seringkali ketika mempercakapkan orang lain yang sering keluar adalah celaan, info-info negatif atau dalam bahasa jawa ngrasani. Memang selalu ada percakapan yang mempercakapkan kebaikan orang, namun seringkali prosentasenya  sangat kecil. Yang lebih banyak mempercakapkan keburukan orang. Selumbar yang ada pada orang lain memang seringkali lebih jelas daripada balok di mata kita sendiri.
Apa yang disabdakan Yesus dalam Luk. 6:39-42 rasanya menjadi perjuangan kita semua. Tantangan ini tampaknya ringan, namun seringkali sangat berat diwujudkan karena tanpa sadar kita mempunyai kecenderungan tidak puas dengan yang ada di depan kita. Hal tersebut bisa karena memang kekurangan orang tersebut. Bisa juga karena persoalan diri kita yang belum selesai dengan baik. Bisa juga karena harapan-harapan kita pada orang tersebut. Apapun alasannya rasanya kita perlu berjuang sungguh untuk menahan diri omong kekurangan yang lain. Maka marilah kita mencoba menahan dorongan tersebut dan mengubahnya dengan ngomong tentang kebaikan-kebaikan yang bisa kita perjuangkan bersama.

Kontemplasi
Bayangkan dirimu melihat orang2 lagi berkumpul dan mendengar mereka membicarakan kekurangan2mu. Rasakan suasana hatimu diomongin seperti itu.

Refleksi
Apa yang sering kaubicarakan ketika membicarakan orang lain? Mengapa? 

Doa
Tuhan semoga aku mampu menahan diri membicarakan keburukan orang lain dan berani menerima hal-hal yang tidak selaras dengan impianku terhadap orang tersebut. Amin.

Perutusan
Hari ini aku tidak akan membicarakan kekurangan sesamaku.

-bacalah Kitab Suci setiap hari-

0 comments:

Post a Comment