Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Sunday, April 9, 2017

Sabda Hidup



Senin, 10 April 2017
HARI SENIN DALAM PEKAN SUCI
warna liturgi Ungu 
Bacaan:
Yes. 42:1-7; Mzm. 27:1,2,3,13-14; Yoh. 12:1-11. BcO Yes 52:13-53:12

Yohanes 12:1-11:
1Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati.2Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.3Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.4Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:5"Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"6Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.7Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.8Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu."9Sejumlah besar orang Yahudi mendengar, bahwa Yesus ada di sana dan mereka datang bukan hanya karena Yesus, melainkan juga untuk melihat Lazarus, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati.10Lalu imam-imam kepala bermupakat untuk membunuh Lazarus juga,11sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.

Renungan:
Ketika ada orang yang berada dalam ambang kematian orang-orang di sekitarnya akan berbuat segala hal baik baginya. Mereka mendengarkan dan melayani apa yang diinginkan. Semua anggota keluarga pun dikumpulkan dan memberikan gambaran kerukunan mereka. Perbuatan-perbuatan baik itu melegakan mereka yang berada di ambang kematian.
Ketika Yesus datang ke rumahnya, Maria memberikan yang terbaik bagi Yesus. Ia berada di dekat Yesus. Ia mengurapi Yesus dengan minyak yang mahal harganya. Yang terbaik ia berikan untuk Yesus.
Kini kita sudah memasuki pekan suci. Kita akan memasuki rangkaian peristiwa iman yang agung. Pada saat-saat seperti ini kiranya kita pun perlu memberikan yang terbaik bagi Tuhan. Seperti Maria kita pun perlu selalu dekat dengan Tuhan dan mendengarkan suara-Nya. Kita perlu bersujud di hadapan-Nya dan merasakan apa yang Tuhan rasakan. Maka mari kita berikan waktu, pikiran dan tenaga kita untuk sehati dengan Tuhan.

Kontemplasi:
Bayangkan kisah Maria mengurapi Yesus (Yoh 12:1-11). Bandingkan dengan pengalamanmu.

Refleksi:
Apa yang akan kamu lakukan selama pekan suci?

Doa:
Tuhan aku ingin berada di dekat-Mu, mendengarkan pesan-pesan-Mu. Ijinkanlah aku berada di dekat-Mu selama pekan suci ini. Amin.

Perutusan:
Aku akan berada di dekat Tuhan selama pekan suci ini. -nasp-

0 comments:

Post a Comment