Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Saturday, April 6, 2013

Sabda Hidup Minggu, 07 April 2013
HARI MINGGU PASKAH II
Warna Liturgi Putih

Bacaan
Kis. 5:12-16; Mzm. 118:2-4,22-24,25-27a; Why. 1:9-11a,12-13,17-19;

Yoh. 20:19-31
20:19 Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
20:20 Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.
20:21 Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."
20:22 Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus.
20:23 Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."
20:24 Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ.
20:25 Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya."
20:26 Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
20:27 Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."
20:28 Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!"
20:29 Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."
20:30 Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini,
20:31 tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.


Renungan
Damai sejahtera bagi kamu! Kalimat ini disampaikan oleh Yesus kepada para murid yang sedang berkumpul. Kalimat itu selalu disampaikan Yesus kepada para murid setelah peristiwa kebangkitanNya.
Damai sejahtera menjadi suasana yang cukup mahal di kehidupan bangsa sekarang ini. Banyak orang harus hidup dalam rasa terancam oleh orang lain. Konflik-konflik, kekerasan, amuk masa, ricuh terus terjadi. Aneka macam media terus menerus menampilkan berita-berita tersebut. Publikasi tersebut dengan sendirinya membangun image bangsa kita sebagai bangsa kacau balau. Lebih parah lagi hal tersebut membentuk style of life bangsa. Suasana yang berlawanan dengan suasana damai sejahtera seakan menjadi trend hidup anak bangsa, kalau gak rusuh gak afdol.
Paskah mendengungkan kembali pada kita panggilan untuk menghadirkan damai sejahtera. Kekerasan tidak perlu menghadirkan kekerasan yang lain. Yesus yang mengalami kekerasan menanggapi dengan sapaan damai sejahtera. Ia tidak menghadirkan kekerasan baru menanggapi kekerasan yang diterimaNya. Sebagai pengikut Kristus marilah kita menghadirkan "damai sejahtera".

Kontemplasi
Pejamkan matamu, rasakan udara yang mengitari badanmu, rasakan nafas hidupmu. Kemudian Tuhan dan menyapamu denag salam "Damai Sejahtera bagi kamu." 

Refleksi
Tulislah pengalamanmu dalam menghadirkan damai sejahtera.

Doa
Tuhan jagailah kepercayaanku padaMu. Semoga akupun bisa tenang menghadapi segala tantangan dan ancaman karena damai sejahteraMu. Amin.

Perutusan
Aku akan berbagi damai sejahtera pada sesamaku.

0 comments:

Post a Comment