Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Tuesday, February 12, 2019

Lamunan Pekan Biasa V

Rabu, 13 Februari 2019

Markus 7:14-23

7:14 Lalu Yesus memanggil lagi orang banyak dan berkata kepada mereka: "Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah.
7:15 Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya."
7:16 (Barangsiapa bertelinga untuk mendengar hendaklah ia mendengar!)
7:17 Sesudah Ia masuk ke sebuah rumah untuk menyingkir dari orang banyak, murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya tentang arti perumpamaan itu.
7:18 Maka jawab-Nya: "Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya,
7:19 karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?" Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal.
7:20 Kata-Nya lagi: "Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya,
7:21 sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,
7:22 perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.
7:23 Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, di dalam hidup beragama ada hal-hal yang disebut najis. Hal-hal najis harus disingkiri karena dipandang merusak kekudusan seseorang.
  • Tampaknya, hal-hal najis biasanya dikaitkan pada beberapa makanan. Itu semua ditentukan sebagai najis berdasarkan ketentuan dalam agama.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun ada makanan-makanan yang dipandang najis karena membahayakan kekudusan, orang akan sadar bahwa perusak kekudusan adalah sikap batin penuh nafsu jahat sehingga kenajisan sejatinya berasal dalam diri seseorang dan bukan dari luar. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati untuk menjadi kudus orang akan mewaspadai nafsu-nafsu yang muncul dalam hati.
Ah, untuk jadi kudus orang ya harus taat pada agama termasuk dalam hal-hal makanan.

0 comments:

Post a Comment