Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Monday, February 18, 2019

Menyambut Yesus Sebagai Tanda dan Sarana Keselamatan Kita


Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Dimintai tanda oleh orang-orang yang menolak-Nya, Yesus tidak serta-merta reaktif dan terpancing untuk melakukannya. Itulah sikap yang kiranya bisa menginspirasi dan memotivasi kita dalam kehidupan sehari-hari. Jangan gampang terpancing dan bersikap reaktif yang tidak membawa kebaikan. Lebih baik diam dalam keheningan doa bersama-Nya.

Bagaimana kisah itu diwartakan? Bacaan Liturgi 18 Februari 2019 Hari Biasa, Pekan Biasa VI dari Injil Markus 8:11-13 memberikan kisah itu. Beginilah kisah selengkapnya.

Lalu muncullah orang-orang Farisi dan bersoal jawab dengan Yesus. Untuk mencobai Dia mereka meminta dari padaNya suatu tanda dari sorga. Maka mengeluhlah Ia dalam hatiNya dan berkata: "Mengapa angkatan ini meminta tanda? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kepada angkatan ini sekali-kali tidak akan diberi tanda." Ia meninggalkan mereka; Ia naik pula ke perahu dan bertolak ke seberang.  (Mrk 8:11-13)

Apa yang bisa direnungkan sebagai inspirasi dan motivasi? Pertama, sesungguhnya, dalam Yesus, Allah benar-benar mengasihi kita dan tidak akan pernah menolak jiwa yang dalam sikap rendah hati sejati menyambut-Nya sebagai tanda dan sarana pemenuhan dan keselamatan. 

Kedua, jika keinginan kita, seperti keinginan orang-orang Farisi,  maka keinginan itu akan berakhir dengan membiarkan Allah diam dan kehidupan rohani kita menjadi dingin. Maka, kisah ini memberi inspirasi dan panggilan bagi kita untuk memurnikan hati kita dari sisa-sisa sisa egoisme kita. Kita harus hati-hati menghindari sikap dan kata-kata yang menolak kehadiran Yesus karena egoisme dan ketegaran hati kita yang tak mampu melihat tanda baik dalam hidup-Nya. 

Ketiga, kita dapat menginginkan kebahagiaan kita terpenuhi melalui harapan-harapan kita yang berlawanan dengan kehendak-Nya. Tuhan menghendaki agar kita menerima bahwa kehendak-Nya adalah jantung dari pemenuhan segala kebutuhan kita. Lalu, mengapa kita tidak berserah dan mengandalkan Dia?

Bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 18/2/2019
»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶
Aloys budi purnomo Pr

Sent from my heart of abudhenkpr
"abdi Dalem palawija"
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan; Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang;
Andalan Kerohanian Katolik Pramuka Kwarda Jateng.

0 comments:

Post a Comment