Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Thursday, February 28, 2019

Percikan Nas Jumat, 01 Maret 2019

Hari biasa
warna liturgi Hijau

Bacaan-bacaan: 
Sir. 6:5-17; Mzm. 119:12,16,18,27,34,35; Mrk. 10:1-12. BcO 1Kor. 12:31-13:13.

Nas Injil: 
1 Dari situ Yesus berangkat ke daerah Yudea dan ke daerah seberang sungai Yordan dan di situpun orang banyak datang mengerumuni Dia; dan seperti biasa Ia mengajar mereka pula. 2 Maka datanglah orang-orang Farisi, dan untuk mencobai Yesus mereka bertanya kepada-Nya: "Apakah seorang suami diperbolehkan menceraikan isterinya?" 3 Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Apa perintah Musa kepada kamu?" 4 Jawab mereka: "Musa memberi izin untuk menceraikannya dengan membuat surat cerai." 5 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Justru karena ketegaran hatimulah maka Musa menuliskan perintah ini untuk kamu. 6 Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan, 7 sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, 8 sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. 9 Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia." 10 Ketika mereka sudah di rumah, murid-murid itu bertanya pula kepada Yesus tentang hal itu. 11 Lalu kata-Nya kepada mereka: "Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu. 12 Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah."

Percikan Nas:
Hidup berkeluarga merupakan salah satu panggilan umat manusia. Mereka yang bercita-cita membangun keluarga akan resah kala tidak segera menemukan pasangannya, apalagi orang yang diincar seakan cuek padanya. Orang-orang pun berbahagia dengan aneka pesta kala pernikahan dilangsungkan.
Bagi banyak orang berkeluarga bisa dikatakan merupakan seni istimewa yang melukis sejarah hidupnya. Ada kalanya lancar, ada kalanya terasa sangat berat. Lancar dan berat ini merupakan dinamika yang dinamis bagi pasangan untuk menghasilkan lukisan yang indah.
Banyak tayangan yang mengisahkan ketidakmampuan orang menyelesaikan tugas panggilan kebersamaannya sebagai keluarga. Kadang hal itu membentuk sebagai tren yang tidak masalah untuk dipilih. Kiranya kita tetap perlu waspada. Ada lukisan indah di depan kita. Baik kalau kita bertahan menyelesaikannya agar nenjadi hidangan indah bagi anak cucu. “Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia” (Mrk 10:9).

Doa:
Tuhan berkatilah keluarga-keluarga Katolik. Ingatkan kala mereka berjaya, kuatkan kala mereka lemah. Sudilah Engkau membantu keseimbangan hidup mereka agar mereka mampu menyelesaikan lukisan sejarah hidup mereka. Amin.

Lukisan hidup
(goeng).

0 comments:

Post a Comment