Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Saturday, February 16, 2019

Tak Perlu Memburu Harta Dunia, Tuhan Menjamin Hidup Kita!


Sahabat Peradaban Kasih yang terkasih. Bagaimana bisa kita merasa berkekurangan padahal berkat berlimpah selalu disediakan bagi kita? Inilah inspirasi dan motivasi hidup beriman yang bisa kita hayati dalam membangun iman, harapan dan kasih kepada Tuhan. 

Sebagaiamana diwartakan dalam Bacaan Liturgi 16 Februari 2019 Hari Biasa, Pekan Biasa V Bacaan Injil
Markus 8:1-10, Tuhan selalu baik dan peduli kepada kita. Tak perlu kita khawatir. Beginilah kisah selengkapnya.

"Pada waktu itu ada pula orang banyak di situ yang besar jumlahnya, dan karena mereka tidak mempunyai makanan, Yesus memanggil murid-muridNya dan berkata: "HatiKu tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Dan jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar, mereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh." Murid-muridNya menjawab: "Bagaimana di tempat yang sunyi ini orang dapat memberi mereka roti sampai kenyang?" Yesus bertanya kepada mereka: "Berapa roti ada padamu?" Jawab mereka: "Tujuh." Lalu Ia menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-muridNya untuk dibagi-bagikan, dan mereka memberikannya kepada orang banyak. Mereka juga mempunyai beberapa ikan, dan sesudah mengucap berkat atasnya, Ia menyuruh supaya ikan itu juga dibagi-bagikan. Dan mereka makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, sebanyak tujuh bakul. Mereka itu ada kira-kira empat ribu orang. Lalu Yesus menyuruh mereka pulang. Ia segera naik ke perahu dengan murid-muridNya dan bertolak ke daerah Dalmanuta."  (Markus 8:1-10)

Inilah inspirasi yang bisa kita timba. Pertama, Yesus menawarkan kepenuhan hidup dan cinta kasih, kebaikan dan rahmat, bagi semua yang mengikuti-Nya. Dia tidak akan membiarkan kita menderita kekurangan dalam kehidupan ini bila kita dapat memanfaatkan sumber kelimpahan yang sejati melalui iman, harapan, dan cinta. 

Kedua, mereka yang mencari diri sendiri dengan mencari harta kekayaan, barang-barang materi dan duniawi akan selalu kekurangan dan akan selalu merasakan ancaman kehilangan apa yang mereka miliki. Sebaliknya, mereka yang mencari Tuhan dan anugerah-Nya yang tidak terbatas tidak akan pernah takut ketika mereka kehilangan barang duniawi mereka. 

Itulah sebabnya Yesus mengatakan bahwa kepada siapa pun yang memiliki iman, harapan, cinta, rahmat, karunia kehidupan rohani, mereka akan diberi lebih banyak, dan dari orang yang tidak memiliki semua itu, bahkan apa pun yang tampaknya ia memiliki (harta benda yang ada di sini hari ini dan pergi besok, selalu membusuk dan berakhir) akan diambil dari padanya (bdk. Lukas 8:18).

Nah, bagaimana menurut UCers Sahabat Peradaban Kasih? Semoga bermanfaat. Terima kasih. Tuhan memberkati. Salam peradaban kasih.***

JoharT Wurlirang, 16/2/2019 »̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶
Sumber: reffleksi pribadi terinspirasi Markus 8:1-10

Aloys budi purnomo Pr

Sent from my heart of abudhenkpr
"abdi Dalem palawija"
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan;
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang;
Campus Ministry Unika Soegijapranata Semarang.

0 comments:

Post a Comment