Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Monday, May 19, 2014

Lamunan Pekan Paskah V


Selasa, 20 Mei 2014

Yohanes 14:27-31a

14:27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.
14:28 Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.
14:29 Dan sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi.
14:30 Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikit pun atas diri-Ku.
14:31 Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku, bangunlah, marilah kita pergi dari sini."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, tidak sedikit orang yang menggambarkan kedamaian sebagai kehidupan yang bebas dari suasana gelisah dan kegentaran. Kedamaian adalah suasana enak batin seseorang yang mengalami keselarasan hidup dengan orang-orang lain, dengan alam sekitar, dengan lembaga-lembaga dan apapun yang di luar dirinya.
  • Tampaknya, untuk menjaga kedamaian bersama orang biasa berjuang menyingkirkan segala gangguan. Negara pun dapat melakukan kekerasan terhadap penjahat sosial bahkan berperang dengan negara lain untuk menjaga kedamaiannya.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa kedamaian sejati adalah suasana batin yang tidak terganggu di tengah gangguan, tidak tergoda di tengah godaan, tidak terancam di tengah ancaman, dan tidak tertindas di tengah penguasaan. Karena kemesraannya dengan gema relung hati orang memiliki kekuasaan yang melindungi batin seseorang dari kegelisahan dan kegentaran yang muncul dari hal-hal duniawi.
Ah, yang namanya damai itu ya yang mengenakkan.

0 comments:

Post a Comment