Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Thursday, May 8, 2014

Sabda Hidup

Jumat, 09 Mei 2014
Maria Katarina dr St. Agustinus,
Georgius Preca, Katarina dr Bologna
warna liturgi Putih
Bacaan
Kis. 9:1-20; Mzm. 117:1,2; Yoh. 6:52-59

Yohanes 6:52-59:
52 Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: "Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan." 53 Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. 54 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. 55 Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. 56 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. 57 Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku. 58 Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya." 59 Semuanya ini dikatakan Yesus di Kapernaum ketika Ia mengajar di rumah ibadat.


Renungan:
Sekarang ini kita menemukan banyak sekolah-kampus dan lembaga-lembaga pendidikan dan kursus lainnya. Di sanalah tempat orang menerima aneka macam pengajaran. Guru-dosen mengajar siswa-mahasiswa di tempat-tempat tersebut.
Saya tertarik dengan kata-kata dalam Injil Yoh 6:59, "Semuanya ini dikatakan Yesus di Kapernaum ketika Ia mengajar di rumah ibadat." Rumah ibadat menjadi tempat istimewa bagi Yesus untuk mengajar. Banyak orang pun menerima pengajaran Yesus di rumah ibadat tersebut. Dan rumah ibadat menjadi pilihan orang untuk mengembangkan ilmu keimanan dan mungkin juga ilmu-ilmu yang lain.
Saya membayangkan andai Gereja, pastoran-pastoran sekarang ini bisa menjadi tempat jujugan orang untuk belajar. Banyak orang yang terlibat di sana saling mengajar dan belajar. Gereja menjadi pusat studi umatnya dan warga sekitar.

Kontemplasi:
Bayangkan orang-orang datang ke Gereja dan lingkungannya. Mereka datang untuk saling mendalami hidup beriman dan aneka ilmu hidup yang lain. Gereja menjadi pusat studi umat dan warga sekitar.

Refleksi:
Tulislah pengalamanmu dalam pengembangan pengajaran iman di gereja.

Doa:
Yesus, Engkau mengajar segala sesuatu di rumah ibadat. Banyak orang pun menerima berkat pengajaranMu di sana. Semoga gereja-gereja pun bisa menjadi pusat pengajaran banyak orang, istimewanya dalam hal iman. Amin.

Perutusan:
Aku akan aktif mendorong pengembangan dan penggunaan gereja menjadi pusat studi, khususnya iman.

0 comments:

Post a Comment