Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Monday, May 29, 2017

Kunjungan Mgr. Rubi



"Mosinyur" suara Rm. Agoeng berbisik kepada Rm. Bambang ketika makan malam pada Minggu 21 Mei 2017. Sesaat kemudian pintu kamar makan terbuka dan masukklah Mgr. Robertus Rubiyatmoko diantar oleh Rm. Kendar. Rm. Agoeng langsung berdiri dan Rm. Bambang memutar kursi rodanya untuk menjabat tangan-tangan beliau. Ketika Mgr. Rubi berkeliling untuk menyalami Rm. Gito, Rm. Tri Hartono, Rm. Harto, dan Rm. Yadi, Rm. Bambang berbisik kepada Rm. Kendar "Kapele pun dados. Kantun ngentosi altar. Benjang njenengan berkahi, nggih" (Kapel sudah jadi. Kami tinggal menunggu altar. Besok Anda yang memberkati). Bisikan Rm. Bambang ditanggapi sodoran acungan jempol Rm. Kendar yang diarahkan ke Mgr. Rubi yang disertai bisikan "Nika" (Beliau yang harus memberkati), tetapi Rm. Bambang berkata kepada Rm. Agoeng sambil menoleh ke Rm. Kendar "Rama Kendar, ta, sing mberkahi kapel?" (Bukankah Rm. Kendar yang harus memberkati kapel?) Rm. Agoeng tersenyum sambil mengangguk. Sejenak kemudian masuk juga Rm. Hadi yang disertai Citra, pemudi Lingkungan, dan pasangan suami-istri, Pak Naryo dan Bu Ninik. Mereka menyalami Mgr. Rubi dan Rm. Kendar. Tetapi Bu Ninik dan Pak Naryo datang untuk mengambil loudspeaker Domus Pacis yang rusak lalu meninggalkan Domus disertai Citra.

Mgr. Rubi dan Rm. Kendar kemudian ikut bergabung makan malam bersama para rama Domus termasuk Rm. Hadi. Omong-omong diwarnai oleh peristiwa yang masih hangat, yaitu tahbisan Uskup dua hari sebelumnya. Ternyata Minggu ini, sesudah berbagai rentetan acara yang berkaitan dengan pentahbisan Uskup sejak Kamis sore hingga Sabtu malam, Mgr. Rubi sebagai Uskup Agung baru disertai oleh Rm. Kendar mengunjungi beberapa rumah tua suster, bruder dan rama. Di Semarang beliau mengunjungi para suster OSF tua di Alverna dan para bruder FIC tua di Don Bosco. Kemudian di Gedang Anak, Ungaran, beliau mengunjungi para suster AK tua. Dan pada malam ini Domus Pacis, rumah tua para rama praja Keuskupan Agung Semarang, juga menjadi tujuan kunjungan. Seusai doa penutup makan malam, Mgr. Rubi mengucapkan doa dan berkat khusus untuk para rama Domus. Kemudian beliau diantar ke kamar Rm. Tri Wahyono. Rm. Tri mendapat berkat khusus.

Sebelum meninggalkan Domus, Rm. Bambang mengajak Mgr. Rubi untuk melihat ruang baru yang dibangun untuk menjadi kapel. Suasana segar di kapel baru ini juga terjadi karena kelakar-kelakar yang muncul. Rm. Bambang berkata kepada Mgr. Rubi "Monsinyur, kapel menika dipun bangun atas inisiatif Administrator Diosesan Semarang, lho" (Monsigneur, kapel ini dibangun atas inisiatif Administrator Diosesan Semarang, lho). Kata-kata ini membuat tertawa karena semua tahu itu terarah ke Rm. Kendar. Dan lebih tertawa lagi ketika Rm. Hadi menyahut "Sanes. Inisiatif Administrator Domus Pacis" (Bukan, tetapi inisiatif Administrator Domus Pacis) untuk mengejek Rm. Bambang. Dari informasi ternyata ketika akan menuju Seminari Tinggi Kentungan, tempat menginap, Mgr. Rubi yang dalam mobil dikendarai oleh Rm. Kendar, menyempatkan diri mampir Pastoran Paroki Pringwulung. Di situ beliau mengunjungan Rm. Biyanto salah satu rama praja yang sudah tua.

0 comments:

Post a Comment