Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Sunday, May 7, 2017

Sabda Hidup



Senin, 8 Mei 2017
Aloisius Rabata, Yeremias dari Salakhia, Magdalena dari Kanossa
warna liturgi Putih 
Bacaan
Kis. 11:1-18; Mzm. 42:2-3; 43:3,4; Yoh. 10:11-18. BcO Why 13:1-18

Yohanes 10:11-18:
11 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; 12sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu.13Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu.14Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku15sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku.16Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.17Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali.18Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku."

Renungan:
Suatu kali aku melihat deretan itik sedang berjalan berurutan. Ternyata ada beberapa rombongan. Di setiap rombongan ada satu orang yang menggembalakan. Itik-itik itu pun selalu bersatu dengan rombongannya. Jarang sekali mereka memisah dan gabung dengan rombongan lain. Mereka seakan nyaman dengan rombongan dan gembalanya.
Yesus menampilkan diri sebagai gembala yang baik. Sebagai gembala baik Ia akan menjaga dan melindungi kawanannya dari bahaya. Gembala yang baik berbeda dengan gembala yang tidak baik. Gembala yang baik akan selalu memberikan perlindungan dan jaminan.
Kita bersyukur mempunyai gembala yang baik. Pada Dia kita bisa mendapatkan penjagaan dan perlindungan. Dalam Dia kita pun akan merasa aman dan tenang. Mari kita bersatu dengan gembala baik kita.

Kontemplasi:
Bayangkan dirimu dalam penjagaan gembala yang baik.

Refleksi:
Tulislah pengalamanmu dijaga oleh gembala baik.

Doa:
Tuhan terima kasih atas penjagaan dan perlindungan-Mu. Aku bersandar pada-Mu. Amin.

Perutusan:
Aku akan bersatu dengan gembala baikku. -nasp-

Silakan diintip video pendek Erman-Indro’s series. Ada uskup terpilih KAS lo.

0 comments:

Post a Comment