Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Thursday, May 4, 2017

Lamunan Pekan Paskan III

Jumat, 5 Mei 2017

Yohanes 6:52-59

6:52 Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: "Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan."
6:53 Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.
6:54 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.
6:55 Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.
6:56 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.
6:57 Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.
6:58 Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya."
6:59 Semuanya ini dikatakan Yesus di Kapernaum ketika Ia mengajar di rumah ibadat.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, ada gambaran umum bahwa untuk bertahan hidup orang harus makan. Pangan menjadi yang pertama dari segala kebutuhan dasar karena tanpa makan dan minum orang selalu masuk dalam bahaya kematian.
  • Tampaknya, bagi yang sudah berkelimpahan pun makan dan minum juga menjadi hal yang amat penting untuk menjaga kedudukan sosialnya. Bila mengadakan perayaan bahkan perjalanan biasa, model kuliner akan menjadi penting.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, setercukupi bahkan sekelimpahan apapun dalam kebutuhan pangan, hal ini tak akan sungguh menjamin kehidupan karena kesejatian makan minum adalah kesediaan menerima pribadi satu sama lain dalam kehidupan bersama dengan segala situasi dan kondisinya sehingga tak ada yang terabaikan selama-lamanya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan selalu mendapatkan santapan jiwani dalam aura nurani sehingga ikut menghadirkan kehidupan dalam kebersamaan.
Ah, yang namanya makan minum adalah soal perut dan selera.

0 comments:

Post a Comment