Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Friday, May 5, 2017

Sabda Hidup



Sabtu, 6 Mei 2017
Dominikus Savio, Ana Rosa Gattorno
warna liturgi Putih 
Bacaan
Kis. 9:31-42; Mzm. 116:12-13,14-15,16-17; Yoh. 6:60-69. BcO Why 11:1-19

Yohanes 6:60-69:
60Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?"61Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?62Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada?63Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.64Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya." Sebab Yesus tahu dari semula, siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia.65Lalu Ia berkata: "Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya."66Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.67Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: "Apakah kamu tidak mau pergi juga?"68Jawab Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal;69dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah."

Renungan:
Menanting keseriusan orang untuk terlibat dalam suatu kegiatan sangatlah perlu. Tidak sedikit yang menanting itu dengan cara yang sungguh-sungguh. Mereka yang serius menanggapi tantingan itu akan serius pula menjalankan tugas yang akan diemban.
Kata-kata Yesus dipandang keras oleh para murid. Sebagian dari mereka pun pergi meninggalkan-Nya. Namun ada pula yang bertahan. Mereka yang bertahan ini pula yang mampu bertahan bersama Yesus dalam suasana duka sekalipun.
Kadang tidak mudah mengikuti jalan Tuhan. Kita perlu sungguh menyiapkan diri untuk menjalaninya. Tantangan yang akan kita hadapi tidak ringan. Aneka macam rasa bisa menggejolak. Namun kepercayaan akan cinta Tuhan akan menghapus keraguan kita untuk selalu bersama dengan-Nya.

Kontemplasi:
Bayangkan kisah dalam Injil Yoh 6:60-69. Bandingkan dengan pengalamanmu.

Refleksi:
Bagaimana menjaga eratnya relasi dengan Tuhan walau menghadapi tantangan yang berat?

Doa:
Tuhan semoga aku tetap berpegang pada kasih setia-Mu dan tidak pernah melepaskan diri dari kedekatan dengan-Mu. Aku akan bergerak bersama-Mu. Amin.

Perutusan:
Aku tetap bersatu dengan jalan Tuhan. -nasp-

0 comments:

Post a Comment