Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Wednesday, May 3, 2017

Sabda Hidup



Kamis, 4 Mei 2017
Yosef Maria Rubio, PeregrinusLaziosi
warna liturgi Putih 
Bacaan
Kis. 8:26-40; Mzm. 66:8-9,16-17,20; Yoh. 6:44-51. BcO Why 9:13-21

Yohanes 6:44-51:
44Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.45Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku.46Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa.47Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barang siapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.48Akulah roti hidup.49Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati.50Inilah roti yang turun dari sorga: Barang siapa makan dari padanya, ia tidak akan mati.51Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia."

Renungan:
Seorang anak merasakan orang tua adalah pribadi yang menjadi jaminan hidupnya. Pada mereka ia bisa mengandalkan dan berharap. Orang tua adalah roti hidupnya. Mereka tak akan membiarkannya kelaparan dan kehausan.
Yesus menunjukkan diri-Nya adalah roti hidup. “Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia” (Yoh 6:51). Roti itu yang menjadi bekal yang takkan pernah habis.
Pada saat tertentu kita mengandalkan orang tua sebagai jaminan. Pada saat lain kita yang akan diandalkan oleh orang lain. Rasanya ada perjalanan generatif roti kehidupan. Maka marilah kita bersiap-siap untuk berbagi roti kehidupan dalam sejarah generasi kita.

Kontemplasi:
Bayangkan perjalanan generasi roti hidup dalam sejarah hidupmu.

Refleksi:
Bagaimana berbagi roti hidup?

Doa:
Tuhan semoga aku bisa berbagi roti kehidupan dalam sejarah hidupku. Semoga antar generasi mampu menjaga pembagian roti kehidupan. Amin

Perutusan:
Aku akan berbagi roti hidup. -nasp-

0 comments:

Post a Comment