Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Wednesday, May 10, 2017

Lingkungan Karangjati, Nandan


Pada Jumat 28 April 2017 sekitar jam 14.30 ada pesan lewat WA dalam HP Rm. Bambang "Slamat siang  Romo mf mau tnya apakah tgl 1 mei di Puren Romo 2 ada  acara? Saya bu Juwarsi Legio Maria  Nandan    mau berkunjung dg ibu2  lingkungan. Jika bs kami akan dtg jam 11an Romo mks ditunggu infonya Berkah Dalem". Rm. Bambang membalas "Mangga, sugeng rawuh" (Silakan, selamat datang). Kemudian antara jam 12. 39 hingga 12.58 pada Minggu 30 April 2017 Bu Juwarsi mengirim lagi:
  1. Slamat   siang  Romo   bsk   kami  .dtg  ke  Puren  jam   11 lebih    sekalian   kami   makan   siang    bersama  dg   keluarga  Puren  kami    bawa   nasi   kotak   romo.
  2. Mf   apa    ntah   bisa  ada   acara    kumpul   dg   Romo   tuk   sharingnya   gtu  romo   ben   acaranya   tidak   garing    mks.
  3. Ditunggu   infonya   mks
Terhadap pesan-pesan itu Rm. Bambang hanya menjawab "Mangga" (Silakan). Dan Rm. Bambang pada Sabtu tanggal 29 memang sudah menginformasikan rencana kunjungan itu kepada para rama Domus Pacis yang biasa makan bersama. Informasi ini diulang kembali pada Senin 1 Mei 2017 ketika sedang makan pagi. Dengan informasi itu para rama sudah tahu bahwa akan ada kunjungan dari Legio Maria Nandan.

Tetapi yang datang ternyata bukan kelompok Legio Maria. Hal ini baru diketahui pada Senin 1 Mei 2017 ketika rombongan mulai berdatangan pada jam 11.00. Ketika sudah duduk bersama di ruang pertemuan dalam bangunan induk Domus Pacis, seorang bapak dalam kata-kata pembuka juga mengatakan "Rama, ini saya mengantar ibu-ibu dari Lingkungan Karangjati, Paroki Nandan." Yang datang ada 22 orang yang terdiri dari 19 ibu dan 3 bapak. Bapak yang membuka itu ternyata adalah Ketua Lingkungan yang bersama 2 orang bapak lain mengantar para ibu. Mereka membawa dos-dos besar dan kecil. "Sakniki, sasampune wonten ngriki, panjenengan-panjenengan kepikir napa? Napa wonten sing ajeng ditakekake?" (Sesudah berada di sini, kini Anda-anda memiliki pikiran apa? Apa ada yang ingin ditanyakan?) kata Rm. Bambang yang duduk berjajar dengan Rm. Yadi, Rm. Tri Hartono, Rm. Tri Wahyono, Rm. Harto, dan Rm. Gito. Kata-kata Rm. Bambang ternyata memunculkan pertanyaan-pertanyaan yang kemudian ditanggapi oleh para rama. Kemudian, ketika jarum jam menunjuk angka 12.00, Rm. Bambang berkata "Wis jam rolas, saiki mangan" (Sudah jam 12.00, sekarang saat makan) yang membuat semua tertawa. Dan dos-dospun dibagi. Ternyata yang besar berisi nasi dengan lauk pauknya, sedang yang kecil berisi snak.

0 comments:

Post a Comment