Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Sunday, August 6, 2017

Domus Juga Kena AYD7


Sebetulnya sudah sejak Sabtu 5 Agustus 2017 Rm. Rio tampak resah karena ingin ikut Misa Penutup Asian Youth Day ke 7 (AYD7) di Pangkalan AURI Adisucipta pada Minggu 6 Agustus 2017. Untung saja, katanya, Rm. Mulyatno dari Baciro mengajak Rm. Rio dengan didampingi oleh Mas Winarto, salah satu pramurukti di Domus Pacis. Lain halnya dengan Rm. Agoeng. Rm. Agoeng sebenarnya memiliki tugas sebagai ketua Komsos KAS yang menjadi petugas utama meliput kegiatan-kegiatan AYD7 sejak tanggal 30 juli 2017 hingga Minggu 6 Agustus 2017. Akan tetapi karena sudah bersedia mengisi Novena Domus pada Minggu itu, beliau hadir menjadi pembicara untuk Novena Domus sebagai program untuk kaum tua dan lansia. Ketika pada hari itu ada 69 orang pendaftar berpamitan karena ikut Misa di Adisucipta, Rm. Agoeng berkata di hadapan 320an peserta "Sebenarnya Rm. Bambang juga sudah datang di AYD7 sebagai pembicara di hadapan lebih dari 2500 orang kaum peserta dari 22 negara. Sebenarnya yang secara resmi jadi pembicara adalah seorang uskup. Pada waktu itu pembicara resmi adalah Mgr. Pius Riana Prapdi. Tetapi secara praktis yang banyak tampil berbicara adalah Rm. Bambang yang hadir sebagai tim kerja uskup".

Pada hari Kamis 3 Agustus 2017 Rm. Bambang memang diminta oleh Panitia AYD7 dan Mgr. Riana untuk berbicara tentang Barnabas Sarikrama. Ketika berada di panggung, Mgr. Riana duduk di tengah dan Rm. Graha di kiri beliau untuk membantu Rm. Bambang dalam pembicaraan dalam bahasa Inggris. Kehadiran Rm. Bambang didampingi oleh Mas Handoko dan Bu Rini, dua relawan Domus Pacis. Mas Handoko menyopiri mobil dan mendorong kursi roda yang diduduki oleh Rm. Bambang. Sedang Bu Rini membawa perlengkapan dan kebutuhan Rm. Bambang yang lain. "Kalau wau wonten ingkang taken menapa wonten teks ingkang dipun omongaken. Menika dados pratandha menawi pembicaraan kala wau menarik" (Tadi ada yang bertanya apa tersedia naskah yang dibicarakan. Bukankah ini jadi tanda bahwa pembicara tadi menarik) kata Rm. Banu yang menjadi salah satu anggota panitia. "Kalau wau nggih onten sing taken?" (Apakah tadi ada yang bertanya?) tanya Rm. Harto pada waktu makan malam hari itu yang langsung dijawab oleh Rm. Bambang "Kathah. Yen mboten dipedhot tesih sawetawis ingkang antri" (Ada banyak. Kalau tidak dihentikan masih ada beberapa yang antri untuk bertanya).

0 comments:

Post a Comment