Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Saturday, August 19, 2017

Lamunan Pekan Biasa XX

Minggu, 20 Agustus 2017

Matius 15:21-28

15:21. Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon.
15:22 Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita."
15:23 Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak."
15:24 Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
15:25 Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku."
15:26 Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
15:27 Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."
15:28 Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, pada umumnya orang akan sakit hati apabila martabatnya direndahkan. Manusia adalah ciptaan paling luhur dibandingkang dengan ciptaan-ciptaan lainnya.
  • Tampaknya, pada umumnya orang tidak akan terima kalau dirinya disamakan dengan binatang. Pada zaman kini dia dapat memperkarakan penghinanya di pengadilan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul intim dengan kedalaman batin, sekalipun menghadapi penghinaan dan perendahan martabat dengan dibinatang-binatangkan, seseorang justru menjadi sosok yang memiliki kesejatian relung hati mulia kalau bersikap terbuka bersedia dengan ikhlas menerima segala bentuk penghinaan dan perendahan demi kebaikan orang lain. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang yang berjuang demi kebaikan orang lain akan sadar bahwa segala perendahan adalah jalan peninggian.
Ah, hanya orang tak waras kalau mau hidup terhina.


0 comments:

Post a Comment