Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Friday, August 25, 2017

Lamunan Pekan Biasa XX

Sabtu, 26 Agustus 2017

Matius 23:1-12

23:1. Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya:
23:2 "Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa.
23:3 Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.
23:4 Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.
23:5 Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang;
23:6 mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat;
23:7 mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi.
23:8 Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara.
23:9 Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga.
23:10 Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias.
23:11 Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.
23:12 Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, tidak sedikit yang menggambarkan bahwa kesuksesan hidup ditandai dengan kemampuan mendapatkan kedudukan tinggi di tengah masyarakat. Orang menjadi pembesar dengan jabatannya.
  • Tampaknya, dalam budaya Jawa tradisional seseorang sudah dapat sungguh “wis dadi uwong” (sudah jadi orang) karena sudah berkedudukan terhormat di tengah masyarakat. Dengan kedudukan terhormat orang tak akan jadi golongan rendahan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul dekat dengan kedalaman batin, setinggi apapun jabatan seseorang sehingga disebut sebagai pembesar, orang akan menyadari bahwa itu tidak akan menjamin dirinya menghayati kebesaran dan ketinggian sejati kalau di dalam kehidupan harian dia tidak berperilaku dengan pola kerja kaum kecil dan rendahan. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan bertindak dengan aura jiwa keabdian dalam hidup hariannya.
Ah, orang jadi pembesar yak karena dalam hidupnya mampu menyuruh-nyuruh orang lain.

0 comments:

Post a Comment