Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Monday, May 27, 2013

ANEH-ANEH KARENA RAMA HARJAYA

Hari ini, Senin 27 Mei 2013, sekitar jam 11.30. Rama Bambang baru saja pulang dari Muntilan minta tolong Mas Gito, karyawan Museum Misi Muntilan, untuk mengurus pajak motornya. Ketika dia sedang mengetik tulisan untuk Blog Domus, Bu Sri dan Bu Rini masuk kamarnya. Kedua ibu ini adalah adik-adik Rama Harjaya. Mereka datang bersama suami-suaminya. "Wah, ajeng ulang taunan, nggih? Melu mulya mangan enaaaaak" (Wah, akan ulang tahunan, ya? Ikut mulia dan enaaaaak )" kata Rama Bambang. Ibu-ibu itu tertawa. Tiba-tiba Rama Tri Wahyono datang. Beliau langsung bertanya pada Rama Bambang "Uskup lan kuria le teka saiki ta?" (Uskup dan kuria datang sekarang, ta?) Kuria adalah lembaga pimpinan Keuskupan yang terdiri dari Uskup, Vikjen, Ekonom, Sekretaris, dan Pastor Kepala Katedral. "Durung saiki. Suk Rebo" (Belum sekarang. Besok Rabu) sahut Rama Bambang. "Saiki Rebo, ta?" (Sekarang hari Rabu, ta?) kata Rama Tri. "Saiki Senen" (Sekarang masih Senin). Kata Rama Bambang yang diiyakan oleh adik-adik Rama Harjaya. "Kok aneh, ya?" Rama Tri berguman sambil pergi.

Ketika jam 12.00 keluarga Rama Harjaya yang hadir bersama Rama Yadi, Rama Harto, Rama Tri, dan Rama Bambang sudah siap di kamar makan. Rama Tri berkata "Kok mangane wis istimewa?" (Mengapa sudah ada menu istimewa?) Mungkin Rama Tri masih bingung dan menghubungkan menu istimewa dengan kedatangan Kuria Keuskupan. Rama Kendar, Vikjen Keuskupan Agung Semarang, ketika berkunjung pada 22 Mei 2013 memang mengatakan "Besok Rabu 29 Mei Kuria akan mengunjungi Domus. Rama Totok, minister Domus, akan memestakan." "Ramaaaa, hari iki keluarga Rama Harjaya memestakan kita karena Rama Harjaya ulang tahun ke 69" Rama Bambang memberikan penjelasan. Rama Yadi kemudian membuka doa makan yang disusul nyanyian bersama Happy Birthday untuk Rama Harjaya. Nyanyian hanya sekali saja, karena Rama Harjaya hanya terlongong-longong. Beliau kemudian didudukkan dan Pak Tukiran, salah satu karyawan, menyuapi beliau. Rama Harjaya memang sudah tidak dapat merespon omongan-omongan semua orang. Pengapuran syaraf otak membuatnya kehilangan semua memori. Sambil makan, Rama Bambang berceritera kepada semua yang sedang makan bersama baik para rama maupun keluarga Rama Harjaya. Banyak sekali rama praja Keuskupan Agung Semarang mengucapkan selamat ulang tahun kepada Rama Harjaya dan Rama Nandy Winarta yang hari ini sama-sama berulang tahun. Hanya ada empat rama yang ucapannya ditujuan kepada Rama Nandy saja. Rama Bambang berkata "Aku sing njawab. Janjane rama-rama ki mung dha arep ndhagel pa ra mudheng, ta?" (Sayalah yang menjawab. Sebetulnya para rama itu hanya mau membuat banyolan atau tidak paham, ta?). "Kok ngaten, rama" (Mengapa begitu, rama?) tanya Bu Sri. Rama Bambang menyahut "Napa rama Harjaya ajeng maos? Le ngucapke selamat rak dha nganggo email." (Apa Rama Harjaya akan membaca. Ucapan selamat mereka kan lewat email). He he he ......


0 comments:

Post a Comment