Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Sunday, May 12, 2013

Sabda Hidup
Senin, 13 Mei 2013
Maria Dominika Mazzarello
Warna Liturgi Putih
Bacaan
Kis. 19:1-8; Mzm. 68:2-3,4-5ac,6-7ab; Yoh. 16:29-33

Bacaan Injil Yoh. 16:29-33
29 Kata murid-murid-Nya: "Lihat, sekarang Engkau terus terang berkata-kata dan Engkau tidak memakai kiasan. 30 Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah." 31 Jawab Yesus kepada mereka: "Percayakah kamu sekarang? 32 Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu diceraiberaikan masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku. 33 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."

Renungan
Kita telah merayakan Paskah dan juga kenaikan Tuhan Yesus. Pertanyaan Yesus pantas kita ajukan pada diri kita, "Percayakah kamu sekarang?" (Luk 16:31). Apakah kita tetap bersama denganNya atau meninggalkanNya?
Banyak orang senang dengan acara pesta. Umumnya mereka yang datang di pesta mengenal pemilik pesta. Mereka datang pun sebagai wujud tindakan hormat pada pemilik pesta. Setelah pesta berakhir banyak di antara mereka lupa lagi dengan pemilik pesta. Misalnya seseorang datang di pesta pernikahan. Setelah pesta ia lupa siapa yang menikah, krn yang mengundang orang tua pasangan tersebut.
Kita diundang dalam perjamuan Tuhan. Yesus sendirilah sang kurban persembahan serta yang mempersembahkan kuban itu sendiri. Mereka yang datang padaNya pasti mengenalNya. Namun sungguhkah kita percaya dan tidak meninggalkanNya?

Kontemplasi
Pejamkan sejenak matamu. Bayangkan dirimu hadir di hadapan Yesus. Yesus bertanya: percayakah padaku? Mengapa engkau sering meninggalkanku?

Refleksi
Apakah anda percaya pada Yesus dan tidak meninggalkanNya?

Doa
Yesus ampunilah aku yang seringkali meninggalkanMu mengikuti kesenanganku sendiri. Semoga makin hari aku makin setia padaMu. Amin.

Perutusan
Aku membatinkan iman kepercayaanku pada Yesus.

0 comments:

Post a Comment