Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Wednesday, May 29, 2013

Lamunan Pekan Biasa VIII
Kamis, 30 Mei 2013

Markus 10:46-52

10:46 Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho. Dan ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan.
10:47 Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!"
10:48 Banyak orang menegornya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: "Anak Daud, kasihanilah aku!"
10:49 Lalu Yesus berhenti dan berkata: "Panggillah dia!" Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: "Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau."
10:50 Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus.
10:51 Tanya Yesus kepadanya: "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab orang buta itu: "Rabuni, supaya aku dapat melihat!"
10:52 Lalu kata Yesus kepadanya: "Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!" Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.

Butir-butir Permenungan
  • Katanya, berbagai ajaran dan perjuangan sosial menempatkan kebaikan umum masyarakat di atas kepentingan kelompok dan individu. Bahkan perusahaan-perusahaan dan segala lembaga yang berorientasi bisnis dan cari keuntungan juga biasa memiliki pos untuk kepentingan sosial.
  • Katanya, perjuangan demi kepentingan umum sungguh terjadi kalau ada program dan kegiatan yang mengutamakan kaum kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel (KLMTD). Banyak perusahaan dan lembaga bisnis bahkan negara menyediakan anggaran khusus untuk "memberi" bantuan sosial.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa dalam yang ilahi yang pokok adalah membiarkan dan tidak melarang kaum KLMTD bersuara bahkan berteriak, dan kemudian mendengarkan harapan yang muncul dari relung derita hariannya. Dari sini akan muncul kegiatan yang membuat kaum KLMTD mampu menggunakan daya indrawinya untuk ikut yang ilahi memperjuangan kebaikan umum.
Ah, aneh-aneh aja! Sosial itu yang pokok memberi uang.

0 comments:

Post a Comment