Sudah beberapa hari Rm. Bambang merasakan gigi tak beres. Kalau berkumur dengan air dingin dan menyedot udara lewat mulut yang agak dikatupkan, rasa ngilu menggerumuti gigi atas bagian kiri. Pada Kamis tanggal 25 Februari 2016 dia memeriksakan ke RS Panti Rini. Karena mendapatkan giliran no 1, Rm. Bambang sudah siap dari jam 08.00 pagi. Tetapi, sesudah menunggu kedatangan dokter hingga jam 10.00, perawat keluar dan memberikan informasi bahwa dokter gigi masih memiliki kesibukan di tempat lain yang tak dapat ditinggalkan. Kepada para pasien dijanjikan akan di-SMS atau ditelepon apabila di hari berikut ada dokter. Namun demikian hingga hari Sabtu Rm. Bambang tidak mendapatkan informasi. Akhirnya Bu Rini, salah satu relawati Domus Pacis, mendaftarkan periksa dokter gigi di RS Panti Nugroho untuk hari Rabu 2 Maret 2016 jam 10.00.
Rm. Bambang berangkat untuk memenuhi janji periksa pada Kamis itu pada jam 13.25. Keberangkatannya ditemani oleh Pak Heru karena dia datang dengan membawa kursi roda. Ternyata klinik itu bernama Dolphin. Ketika masuk ruang periksa ternyata Drg. Irawati juga sudah ada dan ikut masuk. Dari omong-omong dokter itu tinggal di dan berasal dari kampung Pokoh daerah Babadan. Beliau termasuk sanak saudara beberapa sosok yang sudah dikenal oleh Rm. Bambang. Penanganan gigi Rm. Bambang berlangsung cukup cepat sehingga dapat selesai tak lebih dari 20 menit. "Rama, lapisan itu jangan sampai kena air dulu paling tidak selama satu jam" pesan dokter. Dan ketika Rm. Bambang berada di muka bagian kassa untuk membayar, ada suara perawat dari belakang "Pun, rama. Kundur mawon" (Sudah, rama. Silakan langsung pulang).
0 comments:
Post a Comment