Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Friday, March 29, 2013

ANAK MUDA DAN PARKIR

Pagi ini, Sabtu 30 Maret 2013, Rama Agoeng bilang kalau tandi malam suasana parkir bagus. Ini tentang kompleks Domus Pacis yang dipinjam untuk areal parkir motor selama Tri Hari Suci. Lampu-lampu dimatikan sesudah kendaraan keluar. Malam sebelumnya lampu-lampu tetap menyala terang benderang sementara semua petugas parkir sudah tiada. Sebenarnya Rama Agoeng beberapa hari ini agak kesal menghadapi petugas-petugas parkir yang terdiri dari kaum muda. Mereka datang memeriksa lingkungan dan mencoba-coba lampu tanpa menghubungi lebih dahulu penghuni Domus Pacis. Bahkan ada anak muda yang, ketika Rama Agoeng keluar melihat mereka, bilang "Kami mau menyambung listrik untuk tambahan lampu." Rama Agoeng menjawab "Tidak boleh." Kebetulan belum ada penanggungjawab yang berkoordinasi dengan Komunitas Rama Domus Pacis. Ketika Rama Agoeng sudah berjumpa dengan anggota panitia Paskah, semuanya beres: lampu dapat ambil dari aliran Domus; lampu dimatikan sesudah selesai; teras kanopi depan kamar tamu Domus tak dipakai untuk lahan parkir. Ternyata pada Kamis Putih belum terlaksana dengan baik. Ketika pulang berkendaraan, Rama Agoeng tidak bisa masuk Domus dan harus menungguh sampai semua selesai. Kanopi depan kamar tamu penuh motor. Beliau kemudian mengingatkan kaum kuda petugas parkir.

Wajarlah kalau tadi malam Rama Agoeng merasa lega karena semua seperti yang sudah beliau ingatkan semalam sebelumnya. Tetapi kemudian beliau tertawa terbahak-bahak. Saya berceritera ketika tadi malam pulang, kanopi depan kamar tamu Domus penuh sesak dengan motor. Bahkan yang terlambat pun langsung menjejerkan motornya di situ. Mereka yang menjejerkan langsung saya usir untuk pindah tempat. Kemudian saya membunyikan klakson motor saya berulang-ulang hingga ada petugas parkir datang. Dia saya paksa memindahkan semua motor. Petugas parkir juga saya ancam kalau tidak mematikan lampu sesudah selesai, selanjutnya tidak boleh menggunakan Domus Pacis. Ketika masuk di Domus, Mas Raharjo salah satu pramurukti, tanya "Yang membunyikan klakson berulang-ulang tadi rama, ta?" Kami yang di dalam Domus (para karyawan dan saya) tertawa. Sebenarnya saya terpaksa melakukan kekerasan psikologis. Mungkin mereka akan membenci saya. Ha ha ha ...... *Rama Bambang

1 comments:

Agus Damianus said...

sugeng siang siang romo bamabng, salam kenal dari agus kalasan, komsos

Post a Comment