Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Tuesday, March 26, 2013

Sabda Hidup Rabu, 27 Maret 2013

HARI RABU DALAM PEKAN SUCI
Warna Liturgi Ungu
Bacaan
Yes. 50:4-9a; Mzm. 69:8-10,21bcd-22,31,33-34; Mat. 26:14-25

Mat. 26:14-25
26:14 Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
26:15 Ia berkata: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya.
26:16 Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.
26:17 Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: "Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?"
26:18 Jawab Yesus: "Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku."
26:19 Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah.
26:20 Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu.
26:21 Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku."
26:22 Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya: "Bukan aku, ya Tuhan?"
26:23 Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.
26:24 Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan."
26:25 Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."


Renungan
Puncak kepedihan seorang guru makin terasa. Murid yang dipilih dan dididik malah mengambil langkah menjualnya. Ada pula yang tak mengerti dengan maksud pengajaran-pengajaranNya. Ada yang meminta bukti agar percaya. Ada banyak lagi harapan yang tak terpenuhi lalu marah.
Namun Yesus tidak menyerah. Di antara yang mengkhianatinya Ia tetap menjalankan perutusan Bapa. Di antara yang ragu Dia memberikan dirinya sebagai jawaban.  Di antara yang mengkhianati dia memberi kesempatan untuk berbalik dari dosa dan kembali padaNya.
Sekarang hari Rabu dalam pekan suci. Marilah kita makin mendekati Tuhan Yesus. Menemani seluruh keprihatinan dan perjalanan penebusanNya.

Kontemplasi
Bayangkan Yesus ketika di masa-masa akhir Dlia harus berbicara pada para rasulnya. Liatlah wajah Tuhan. Tataplah kepedihan dan keyakinanNya. 

Refleksi
Kapan dirimu mengalami kesulitan dan meninggalkan Yesus? Apa yang membuatmu berbalik lagi kepadaNya?

Doa
Tuhan, kepedihan bukan menjadi halangan bagi PuteraMu untuk menegaskan diri dan langkahNya. Semoga aku pun mampu bertahan berpegang pada kehendakMu. Amin.

Perutusan
Aku akan lebih lama bersimpuh di hadapan Tuhan dan meneguhkan mereka yang masih loyo dalam beriman pada Yesus.

2 comments:

Bima Sakti said...

Saat ini...seseorang atau lebih, mungkin merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan Yesus...yaitu dihianati, dan Yudas itu bagi dia atau mereka adalah diriku. Bagiku, aku hanya menjalani apa yang harus aku jalani...memilih jalan kebenaran. Di luar kejujuran dan kebenaran bukanlah jalan Yesus. Aku rela menjadi Yudas bagi dia atau mereka...dan semoga aku tidak tersesat di jalan yang aku yakini "benar".

noegroho agoeng said...

Kekuatan utama utk mengarungi dunia ada pada kasih kepada Allah-sesama-diri

Post a Comment