Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Friday, March 22, 2013

Sabda Hidup Sabtu, 23 Maret 2013

Sabda Hidup
Sabtu, 23 Maret 2013
Luka-luka Mulia Yesus Kristus
Warna Liturgi Ungu

Bacaan
Yeh. 37:21-28; MT Yer. 31:10,11-12ab,13;

Yoh. 11:45-56

11:45 Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya.
11:46 Tetapi ada yang pergi kepada orang-orang Farisi dan menceriterakan kepada mereka, apa yang telah dibuat Yesus itu.
11:47 Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan mereka berkata: "Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mujizat.
11:48 Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita."
11:49 Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka: "Kamu tidak tahu apa-apa,
11:50 dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa."
11:51 Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu,
11:52 dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai.
11:53 Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia.
11:54 Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum di antara orang-orang Yahudi, Ia berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun, ke sebuah kota yang bernama Efraim, dan di situ Ia tinggal bersama-sama murid-murid-Nya.
11:55 Pada waktu itu hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat dan banyak orang dari negeri itu berangkat ke Yerusalem untuk menyucikan diri sebelum Paskah itu.
11:56 Mereka mencari Yesus dan sambil berdiri di dalam Bait Allah, mereka berkata seorang kepada yang lain: "Bagaimana pendapatmu? Akan datang jugakah Ia ke pesta?"


Renungan

Ketika seseorang melakukan sesuatu yang membuat takjub pasti akan menggerakkan orang lain untuk melihat, mengetahui dan mengenalnya. Orang-orang itu akan berusaha mencarinya dan berkerumun di sekitarnya sambil berharap terjadi suatu tindakan yang menakjubkan. Anak-anak sangat senang mengerumuni tukang sulap. Orang-orang sakit mengerumuni pribadi yang dapat menyembuhkan. Dan masih banyak contoh lain.
Di antara kerumunan tersebut ada yang sungguh-sungguh datang karena berharap pada orang itu atau sekedar kagum. Namun ada pula di antara mereka yang bertujuan memata-matai. Kelompok ini biasanya khawatir kalau banyak orang menjadi percaya dan mengikuti si pembuat kagum.
Di antara orang Yahudi yang mengerumuni Yesus memang ada yang berperan sebagai mata-mata para imam kepala dan ahli Taurat. Mendengar info dari mata-mata itu mereka pun panas dan ingin segera menghabisi Yesus. Lebih baik satu orang mati daripada seluruh bangsa terancam, pikir mereka.
Iri hati, ketakutan membuat orang tidak bisa melihat kenyataan secara jernih. Jiwa mereka akan selalu terarah pada keinginan membalas dendam dan menghancurkan.

Kontemplasi

Pejamkan sejenak matamu. Rasakan suasana hening. Hadirkan orang-orang yang selalu mengitarimu. Pandanglah mereka satu per satu dan sampaikanlah doa perdamaian kepada mereka masing-masing. 

Refleksi

Tulislah usahamu mengasihi mereka yang berbuat jahat padamu.

Doa

Yesusku, Engkau tetap berbuat baik walaupun tindakanMu disalahartikan oleh para penguasa. Semoga aku pun mempunyai keteguhan prinsip sebagaimana Kaujalankan. Amin.

Perutusan

Aku akan tetap bertahan dalam kebaikan walau harus ngalami "diwada" (dicibir tak percaya).

0 comments:

Post a Comment