Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Tuesday, March 26, 2013

SAYANG ANJING

Kini tentang Rama Yadi. Saya sehabis doa penutup makan biasa cepat kembali ke kamar. Tetapi beberapa hari ini saya heran. Sesudah beberapa saat di kamar, saya selalu melihat Rama Yadi dengan kursi rodanya selalu lewat depan pintu kamar saya. Biasanya ini terjadi di pagi hari. Pertama kali saya kira beliau memiliki urusan dengan saya. Tetapi ternyata Rama Yadi hanya lewat. Demikian juga pagi ini, Rabu 27 Maret 2013.

Saya baru menyadari yang dilakukan oleh Rama Yadi dua hari lalu. Beliau selalu berhenti di muka sebuah kotak depan kamar dekat dapur Domus Pacis. Saya dapat melihat dengan jelas lewat jendela kaca kamar saya. Kotak itu dipandangnya dengan seksama penuh perhatian. Saya yakin kalau hatinya senang sekali. Mengapa? Karena di dalam kotak itu ada 5 anak anjing kecil-kecil yang belum ada seminggu dilahirkan. Kesemuanya anak salah satu anjing yang baru pertama kali melahirkan. Rama Yadi memang menjadi sosok yang paling menyayangi anjing-anjing yang berjumlah 4 ekor (sebelum kelahiran 5 ekor kecil) di Domus Pacis. Bila para rama makan bersama berada di meja makan, paling tidak ada dua anjing berada di bawah meja (2 ekor golden selalu dirantai selama pagi sampai sore). Rama Yadi selalu memberikan bagian makanan dengan melemparkannya di bawah meja. Terutama kalau ada lauk daging ayam, tulang-tulangnya adalah menu istimewa untuk anjing-anjing. Rama-rama lain juga sering ikutan melempar makanan di bawah meja. Tetapi yang dilakukan oleh Rama Yadi tampak sekali disertai dengan kasih sayang penuh kemesraan. Kepada anjing-anjing yang dirantai, sehabis makan Rama Yadi selalu menghampiri dan mengelus-elus. Tak jarang beliau menyediakan makanan khusus. Bahkan bila tak ada menu khusus sisa makan rama, Rama Yadi mengeluarkan budget dari uangnya untuk membeli santapan anjing. Orang luar Domus dapat mengatakan bahwa Rama Yadi agak maniak anjing. Tetapi untuk rama Domus yang dilakukan oleh Rama Yadi sungguh amat mengagumkan. Mengapa? Karena Rama Yadi dahulu sebenarnya tidak menyukai anjing. Beliau termasuk sosok yang hanya bersikap toleran pada rama lain yang suka anjing. Kehidupan bersaudara dalam berkomunitas ternyata dapat membuat Rama Yadi bersikap baik kepada yang disukai anggota komunitas lain. * Rama Bambang

2 comments:

noegroho agoeng said...

Pitong punys cucu.
Pengasuhnya makin saysng. Toooooop

domus pacis said...

Rama Yadi makin tua makin ekologis dalam beriman.

Post a Comment