Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Monday, January 13, 2014

EXPIRED?



Pertama-tama suasana memang terasa tidak mudah untuk dibuat segar. Lagu E Dhayohe Teka yang dilantunkan oleh Rama Yadi hanya seperti pertunjukan nyanyi. Padahal biasanya akan dengan cepat diikuti oleh semua dan menjadi nyanyian yang membuat gembira dan membuat suasana menjadi segar. Tetapi saat itu semua yang duduk di ruang pertemuan dalam Domus Pacis sulit sekali diajak bernyanyi bersama. Kalau ada yang mengikuti suaranya amat lemah. Dengan memperhatikan keadaan ini Rama Bambang, yang mengiringi dengan keyboard, terus memasukkan not lagu Dalam Yesus Kita Bersaudara. Ternyata, walau tetap masih dengan volume suara yang tidak keras, semua mulai ikut menyanyikan. Kata "Kita Bersaudara" diganti-ganti oleh Rama Bambang dengan kata-kata lain seperti "Duduk bersama", "Salam-salaman", "Pijat-pijatan", "Tepuk berdua-dua" yang disertai dengan gerakan sesuai dengan kata-katanya. Ternyata akhirnya suasana menjadi meriah dan keadaan beku seperti cair.

Itulah suasana mula pertama kunjungan 55 orang umat Lingkungan Pamungkas, Paroki Pakem, di Domus Pacis Minggu 12 Januari 2014 pada jam 10.00 sampai makan siang. Dari informasi memang diperoleh kabar bahwa antar satu warga dengan lainnya masih dalam proses untuk saling mengakrabkan. Mereka memang umat yang berasal dari berbagai daerah yang kemudian membeli tanah dan membangun rumah di Pamungkas. Setelah suasana menggembirakan, Rama Yadi, Rama Agoeng dan ketua Lingkungan memberikan kata-kata baik sambutan maupun perkenalan.

Acara pokok kunjungan ini diisi dengan misa. Dalam hal liturgi ternyata sudah ada petugas-petugas yang disiapkan seperti lektor, organis, prodiakon dan dirigen dengan lagu-lagu yang telah diperbanyak dengan fotocopi. Rama Yadi memimpin misa dan Rama Bambang memandu sarasehan iman untuk mengisi bagian homili. Berkaitan dengan Injil tentang pembaptisan Tuhan Yesus oleh Yohanes Pembaptis, pertama kali muncul topik tentang Yohanes dan Tuhan Yesus yang saling merendahkan diri. Salah satu warga berkata bahwa "Rama-rama Domus juga merendahkan diri karena mau menerima dan kumpul bersama dengan kami". Rama Yadi menanggapi "Karena kami selalu mengalami dikasihi dan diperhatikan oleh umat." Sementara itu Rama Harto menambahkan "Kami memang harus tahu diri bahwa kami sudah expired, maka kami hanya melayani secara terbatas sesuai dengan kemampuan kami kini." Mendengar kata expired, salah satu waga berkata "Rama-rama tidak expired, karena sampai tua dengan kondisi seperti itu tidak keluar meninggalkan imamat. Yang expired bisa saja masih muda karena meninggalkan imamat." Rama Tri Wahyono, yang sudah tidak dapat melihat lagi berkata "Jangan katakan imam yang keluar expired. Karena teman-teman saya ada yang keluar tetapi menjadi orang yang bagus, tekun kerja, dan berbakti." Pembicaraan berkembang di sekitar expired iman. Sesudah misa selesai, sementara ibu-ibu meneruskan dengan acara arisan. Sementara itu yang lain menikmati makan siang.

0 comments:

Post a Comment