Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Wednesday, January 1, 2014

Lamunan Pesta Wajib



Santo Basilius Agung dan Gregorius dari Nazianze, Uskup dan Pujangga Gereja
Kamis, 2 Januari 2014

Yohanes 1:19-28

1:19 Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: "Siapakah engkau?"
1:20 Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: "Aku bukan Mesias."
1:21 Lalu mereka bertanya kepadanya: "Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?" Dan ia menjawab: "Bukan!" "Engkaukah nabi yang akan datang?" Dan ia menjawab: "Bukan!"
1:22 Maka kata mereka kepadanya: "Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?"
1:23 Jawabnya: "Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya."
1:24 Dan di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi.
1:25 Mereka bertanya kepadanya, katanya: "Mengapakah engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?"
1:26 Yohanes menjawab mereka, katanya: "Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal,
1:27 yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak."
1:28 Hal itu terjadi di Betania yang di seberang sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, orang dapat merasa bangga dan bahagia kalau memiliki ciri-ciri dari orang-orang terkenal. Mendapatkan komentar dan kesan berwajah dan berpenampilan seperti idola masyarakat saja orang sudah senang sekali.
  • Tampaknya, kalau orang diterima oleh khalayak ramai sebagai yang diharapkan, dia dapat memanfaatkannya untuk mendapatkan penghormatan. Pada jaman sekarang orang pun dapat menggunakan kekeliruan orang lain untuk menggaruk keuntungan demi dirinya sendiri. 
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa tokoh sejati di dalam masyarakat akan menyadari segi mana yang tak bermakna di dalam perannya. Di dalam yang ilahi dia selalu menempatkan diri untuk memberi jalan bagi hadirnya tokoh baru atau tampilnya generasi kemudian.

Ah, ketermasyhuran ya harus dimanfaatkan untuk mengumpulkan kekayaan.

0 comments:

Post a Comment