Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Monday, October 12, 2015

Sabda Hidup


Selasa, 13 Oktober 2015
Honoratus Kosminski,
Aleksandrina Maria da Costa
warna liturgi Hijau 
Bacaan
Rm. 1:16-25; Mzm. 19:2-3,4-5; Luk. 11:37-41. BcO Yer. 2:1-13,20-25

Lukas 11:37-41:
37 Ketika Yesus selesai mengajar, seorang Farisi mengundang Dia untuk makan di rumahnya. Maka masuklah Ia ke rumah itu, lalu duduk makan. 38 Orang Farisi itu melihat hal itu dan ia heran, karena Yesus tidak mencuci tangan-Nya sebelum makan. 39 Tetapi Tuhan berkata kepadanya: "Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan. 40 Hai orang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang menjadikan bagian dalam? 41 Akan tetapi, berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu.

Renungan:
Dalam pergaulan memang jarang orang yang bermusuhan saling mengundang kala lagi punya hajatan. Umumnya mereka akan mengundang para sahabat dan kenalannya. Dan umumnya juga mereka yang lagi bermasalah malas untuk menghadiri undangan tersebut.
Orang Farisi dan Yesus sering bermasalah. Orang Farisi mengundang Yesus untuk perjamuan makan dan Yesus menyambut undangan tersebut (bdk. Luk 11:37). Dan memang benar kekhawatiran orang mendatangi undangan yang lagi bermasalah dengannya terjadi. Orang Farisi mengamati tindakan Yesus dan mengkritiknya. Namun Yesus menanggapi kritik itu dengan pengajaran yang bisa diterima (bdk Luk 11:38-41).
Diundang memang sebuah kehormatan. Menanggapi undangan merupakan balasan penghormatan. Namun juga memang ada undangan yang menjebak. Menghadiri suatu undangan memerlukan kesiapan kita untuk menghadapi segala kemungkinan. Kalau niat kita baik kita pun akan terlepas dari jebakan tersebut. Allah akan bekerja dan melindungi.

Kontemplasi:
Bayangkanlah dirimu menghadiri undangan orang yang tidak dekat denganmu, selalu memusuhimu tetapi ia tetanggamu.

Refleksi:
Bagaimana mempersiapkan diri menghadapi aneka kemungkinan kala kita menghadiri suatu undangan?

Doa:
Tuhan, ada banyak kemungkinan yang akan terjadi dalam kehidupan ini. Semoga aku selalu siap menghadapinya dengan diri yang bersih. Kuatkan kami Tuhan. Amin.

Perutusan:
Aku akan menjaga diriku dengan kebaikan agar selalu siap dengan aneka macam kemungkinan di hidup ini. -nasp-

0 comments:

Post a Comment