Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Sunday, April 17, 2016

Lamunan Pekan Paskah IV

Senin, 18 April 2016

Yohanes 10:1-10

10:1. "Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok;
10:2 tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba.
10:3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.
10:4 Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.
10:5 Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal."
10:6 Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mengerti apa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka.
10:7 Maka kata Yesus sekali lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu.
10:8 Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka.
10:9 Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.
10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, di dalam mengelola dan mengembangkan umat dan atau masyarakat seorang tokoh atau pengurus atau pemimpin harus melandaskan diri pada realita. Untuk ini orang harus bertolak dari fakta yang didasarkan pada data.
  • Tampaknya, untuk mendapatkan data pada zaman kini penelitian paling tidak dalam bentuk surve harus dijalani. Segala data dari lembaga statistik akan sangat bermanfaat untuk memahami keadaan yang diurus.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa sebanyak dan selengkap serta sesahih apapun data dimiliki, bagi yang biasa bergaul akrab dengan gema relung hati itu semua tak sungguh memberikan pemahaman tentang umat atau masyarakat bahkan dapat membingungkan pengurus atau pemimpin kalau tak dilandasi kesediaan mengalami hidup bersama dengan yang diurus untuk mendapatkan nuansa sambung hati dan jiwa. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang dalam mengurus kelompok dan atau organisasi akan mendasarkan diri pada kesediaan hadir dalam realitas kebersamaan para anggota.
Ah, kalau sudah lulus pendidikan tinggi ya pasti mudah memahami orang lain walau tanpa berjumpa langsung.

0 comments:

Post a Comment