Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Wednesday, December 14, 2016

Ternyata Dari Bu Emil




"Wiwit pisanan pun mboten stres" (Sejak pertama sudah tidak stres) kata Rm. Agoeng pada Rabu pagi 14 Desember 2016 yang langsung disahut oleh Rm. Bambang "Napane?" (Apa yang tidak stres?). Rm. Agoeng kemudian mengatakan bahwa sehari sebelum hari itu telah memasukkan ikan-ikan koi di kolam baru di tengah bangunan induk Domus Pacis. "Sing dicemplungke ulam saking pundi?" (Ikan dari mana yang dimasukkan?) tanya Rm. Bambang yang mendapat jawaban dari Rm. Agoeng "Saking ngemper ngajeng kula" (Dari teras depan kamar saya). Bagi Domus Pacis kolam yang dibicarakan memang sungguh istimewa. Sebenarnya itu berbeaya tinggi karena dibuat tidak seperti rancangan semula. Pada awalnya kolam itu hanya akan menjadi perluasan dari kolam lama yang berukuran kecil. Dan ini adalah inisiatif Rm. Sapta Nugroho, pastor dari Paroki Wonosari di Gunung Kidul. Tetapi di tengah proses pengerjaan ada beberapa ide baru menambah volume pekerjaan. Semula direncanakan penyelesaian paling lama berlangsung sekitar 2 minggu.

Pada suatu hari, ketika pulang dari pergi beberapa hari, Rm. Agoeng bertanya kepada Rm. Bambang "Napa niku" (Apa itu?) sambil menunjuk sebuah galian yang cukup dalam. Ketika Rm. Bambang menjawab "Criyose sumur resapan" (Katanya sumur resapan). "Wah, niku dadi suwe" (Wah, itu akan membuat lama dalam pengerjaan) komentar Rm. Agoeng. Dan kini para rama tua dan difabel di Domus Pacis dapat menikmati pemandangan ikan koi yang berseliweran di kolam itu. Suara air menggerojok pun selalu terdengar lewat pipa yang cukup besar. Bila sedang berbaring di tempat tidur lebih-lebih di malam hari, suara air menggerojok membuat suasana sungguh terasa alami. Dari Rm. Sapta, Rm. Bambang baru tahu bahwa yang menyumbang pembeayaan adalah Bu Emil, seorang ibu mantan Polwan, dari Wonosari. Dia kemudian membuka foto-foto bulan Agustus 2016, tampaklah Bu Emil duduk menggaya di sebelah kanannya. Rm. Bambang memegang uang pemberian Bu Emil untuk menyumbang pembuatan Pastoran Somohitan. Ketika Rm. Bambang mengirim SMS "Kanyata ibu nggih ingkang paring kolam kangge Domus Pacis? Matur nuwuuuun sanget" (Ternyata ibu yang memberi kolam di Domus Pacis, ya? Trima kasiiiih sekali), beliau menjawab "Kula namung sarana paring Dalem Ingkang Mahakuwasa, rama" (Saya hanya alat dari Yang Mahakuasa, rama).

0 comments:

Post a Comment