Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Tuesday, May 3, 2016

HARI RAYA KENAIKAN TUHAN /C/2013 - Kis 1:1-11 Ibr 9:24-28; 10:19-23 Luk 24:46-53

May 9, 2013 at 1:19am, Homili Mgr F.X Hadisumarta O.Carm

PENGANTAR

   Pada Hari Raya Kenaikan Tuhan ke surga, dalam Kisah Rasul (Bac.I) dua malaikat berkata kepada murid-murid Yesus: “Hai orang-orang Galilea, mengapa kamu berdiri melihat ke langit? Yesus yang terangkat ke surga meninggalkan kamu ini akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke surga”. Pesan Injil hari ini ialah, bahwa Yesus pergi bukan untuk meninggalkan kita, tetapi justru untuk datang kembali dan akan tetap hadir di antara kita, namun secara lain.

HOMILI

   Yesus hidup di Palestina, khususnya di daerah Galilea selama tigapuluh tiga tahun, dan selama itu Ia hanya sekitar tiga tahun tampil berkarya di tengah masyarakat. Yesus hidup dan berbuat serba tampak bagi semua orang, sebab Ia sungguh manusia! Tetapi Yesus adalah Allah, Putera Bapa, yang mengutus-Nya untuk menyelamatkan kita manusia. Baik dengan sikap, kata maupun perbuatan-Nya Yesus berbuat baik, bahkan rela menderita dan mati di salib, namun Ia bangkit kembali. Dan kini kita merayakan kenaikan-Nya ke surga untuk kembali kepada Bapa, yang telah mengutus-Nya.

  Kisah Rasul dan Injil Markus hari ini ingin menegaskan dan menyadarkan kita secara makin meyakinkan, bahwa Kristus dimuliakan di sisi kanan Allah. Namun Ia datang kembali dan hadir di tengah kita, untuk meneruskan pewartaan dan pelaksanaan keselamatan, namun dalam bentuk atau secara lain. Kehadiran-Nya dahulu sebagai manusia hanya terbatas di Palestina bersama dengan murid-murid-Nya.Tetapi sekarang pun Ia hadir di seluruh dunia kita ini. Keselamatan Yesus adalah universal, artinya berlaku untuk semua orang di seluruh dunia. Kondisi-Nya sebagai manusia seperti kita dahulu di Palestina sangat terbatas. Tetapi berkat kebangkitan-Nya dan telah naik ke surga, dalam kondisi-Nya yang baru sebagai Roh Ia mampu hadir kembali di dunia kita, bukan hanya terbatas di Palestina melainkan hadir di seluruh dunia. Bahkan Ia juga hadir di dalam hati kita masing-masing, dan di dalam Gereja-Nya sepanjang segala masa!

   Betapa indah dan mulia makna kenaikan Yesus Kristus ke surga! Tetapi sekaligus kita harus tahu apa sebenarnya yang dituntut dari diri kita untuk dapat merayakan dan menghayati makna perayaan Kenaikan Tuhan ini. Kita ini hanya mampu mengarahkan hidup kita ke surga sejauh hidup kita makin dekat dengan Yesus! Kita ini yakin, bahwa Ia tidak pernah berhenti berada di antara kita sepanjang masa. Maka Perayaan Kenaikan Yesus mengingatkan kita, bahwa kita ini adalah orang-orang yang lemah dan banyak kekurangannya. Khususnya kekurangan percaya pada diri sendiri. Itulah yang dikatakan malaikat-malaikat dalam Kisah Rasul: “Mengapa  kamu berdiri melihat ke langit? Yesus yang terangkat ke surga meninggalkan kamu ini akan datang kembali…”

   Kristus mengerti kekurangan kita, yaitu kurang percaya pada diri sendiri. Kristus mengerti suram dan gelapnya keadaan kita sebagai manusia. Tetapi Ia juga mengerti kekuatan kita. Nah, dengan mengerti dan memahami keadaan kita itu, Yesus memanggil kita dan menyerahkan kepada kita kepercayaan-Nya yang abadi kepada kita sebagai umat-Nya. Itu berarti Ia memanggil dan mengutus kita untuk selalu mengasihi dan mengabdi kepada-Nya, meskipun kita ini lemah namun tetap merupakan sasaran kasih-Nya.

   Kenaikan Yesus ke surga adalah suatu penyadaran akan panggilan-Nya kepada kita sebagai umat kristiani, untuk ikut bersama Dia mewartakan dan membawa sebagian dari kegembiraan dan perdamaian surgawi, yang diberikan oleh Yesus kepada setiap orang yang ingin diselamatkan oleh-Nya. Inilah makna kebangkitan dan kenaikan Tuhan kita Yesus Kristus: Yesus Kristus bukan meninggalkan apalagi membuang umat manusia yang telah diciptakan untuk dikasihi-Nya.

   Kasih-Nya inilah yang harus mendorong kita semua sebagai murid-murid-Nya, bukan untuk hanya terus menerus melihat ke langit, melainkan melihat juga ke bumi, ke dunia kita, di mana kita hidup. Yesus dahulu hanya mampu hadir sangat terbatas di Palestina, tetapi sesudah bangkit sebagai roh Ia dapat hadir di manapun Ia mau menyelamatkan manusia. Kristus pergi kembali ke surga kepada Allah Bapa justru bertujuan untuk dapat kembali lagi ke dunia kita ini, namun dalam bentuk kehadiran yang lain. Ia akan hadir  di mana pun yang dikehendaki-Nya.  Namun Kristus tidak mau menyelamatkan sesama kita semuanya secara sendirian, tetapi bersama dengan kita. Ia akan datang kembali dalam peristiwa Pentakosta, di mana Roh-Nya akan diberikan kepada murid-murid-Nya, termasuk kita semua, untuk ikut melaksanakan pewartaan kabar gembira penyelamatan-Nya (evangelisasi) kepada semua orang. Dengan demikian Kenaikan Yesus ke surga adalah suatu persiapan Kedatangan Roh-Nya dalam Pentakosta.


Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm

kumpulan Homili Mgr. FX. Hadisumarta O.Carm link http://www.imankatolik.or.id/homili_mgr_hadisumarta_ocarm.html

0 comments:

Post a Comment