Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Saturday, May 28, 2016

Komplikasi Hipertensi Pada Lansia

diambil dari http://diasiscare.com

Karena jarang memiliki gejala yang jelas, hipertensi atau tekanan darah tinggi dikenal sebagai “pembunuh diam diam”. Satu-satunya cara  mengetahui apakah anda memiliki tekanan darah tinggi adalah dengan mengukur tekanan darah anda.

Risiko Mengidap Hipertensi

Penyebab hipertensi masih belum bisa dipastikan pada lebih dari 90% kasus, Ketika usia bertambah, kemungkinan menderita tekanan darah tinggi akan semakin meningkat. Tidak diketahui dengan jelas, tapi risiko Anda akan meningkat jika Anda :
Berusia di atas 65 tahun.
Makan banyak garam.
Kelebihan berat badan.
Memiliki keluarga dengan tekanan darah tinggi.
Kurang makan buah dan sayuran.
Kurang berolahraga.
Minum terlalu banyak kopi (atau minuman lain yang mengandung kafein).
Terlalu banyak mengonsumsi minuman keras.
kh

Risiko mengidap hipertensi dapat dikurangi dengan mengubah hal-hal di atas dengan gaya hidup yang lebih sehat. Selain itu, pemeriksaan tekanan darah secara rutin juga bisa membantu diagnosisnya pada tahap awal.

Biasanya keluhan yang umum dikeluhkan oleh pasien darah inggi adalah pusing, sakit kepala, tegang dileher atau pundak, terkadang juga disertai mual dan muntah. Komplikasi yang dapat timbul jika hipertensi tidak  terkontrol. Bahaya Komplikasi yang dapat timbul akibat hipertensi yaitu :
  • Stroke.
  • Penyakit pembuluh darah perifer.
  • Disfungsi Seksual
    Hipertensi yang tidak terkontrol pada pria dapat  menimbulkan ereksi dikarenakan terjadinya  aterosklerosis pada pembuluh darah penis. Sedangkan  pada wanita diketahui dapat terjadi penurunan aliran  darah ke vagina yang tentu saja dapat berakibat  terganggunya kehidupan seksual.
  • Kerusakan Pada Ginjal
    Seperti halnya pada organ sebelumnya, hipertensi juga  dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah  ginjal, sehingga ginjal tidak berfungsi secara  efektif yang dapat mengakibatkan terjadinya gagal ginjal dan aneurisma pembuluh darah ginjal dapat  terjadi.
  • Kerusakan Pada Jantung
    Didalam tubuh jantung berfungsi sebagai pemompa darah  ke seluruh tubuh. Hipertensi yang tidak terkontrol  dapat menyebabkan kerusakan arteri jantung sehingga  aliran darah tidak lancar ke jantung. Hipertensi  menyebabkan jantung bekerja lebih keras, sehingga  terjadi pembengkakan pada jantung dan lama kelamaan  otot jantung akan melemah dan tidak dapat bekerja  secara efektif, sehingga dapat menyebabkan gagal  jantung. Kerusakan ini memang jarang menimbulkan  gejala, namun akibat yang ditimbulkan akan sangat  fatal.
  • Kerusakan Pada Mata
    Pembuluh darah mata juga dapat rusak akibat dari  hipertensi yang tidak terkontrol, sehingga suplai  oksigen dan nutrisi tidak sampai dengan baik ke  retina mata. Jika hal tersebut terus dibiarkan, maka  penglihatan akan menurun hingga dapat menyebabkan  kebutaan. Selain hipertensi, diabetes juga dapat  memperparah kerusakan tersebut.
  • Kerusakan Pada Otak
    Otak merupakan organ yang membutuhkan supali oksigen  dan nutrisi, sehingga dapat bekerja secara efektif.  Namun, hipertensi dapat menyebabkan kerusakan pada  pembuluh darah otak, maka yang paling sering terjadi  akibat hal tersebut adalah stroke.
  • Kerusakan Pada Paembuluh Darah Arteri
    Arteri merupakan pembuluh darah yang membawa nutrisi  serta oksigen ke seluruh tubuh, normalnya fleksibel  dan elastis. Jika hipertensi tidak terkontrol,  kerusakan dan penyempitan arteri atau yang sering  disebut dengan arteriosklerosis (pengerasan pembuluh  darah) dan aterosklerosis (penyempitan pembuluh darah)  dapat terjadi yang akan berdampak pada mata, ginjal,  jantng, tangan dan kaki. Akhirnya pasien bisa  mengalami nyeri dada, gagal jantung, serangan  jantung, stroke, sumbatan arteri ditangan dan kaki,  kerusakan mata hingga pada aneurisma (kelemahan pada  dinding artaeri sehingga membentuk seperti bendungan  dan jika pecah dapat menyebabkan kematian).
Perubahan pada gaya hidup dan konsumsi obat anti-hipertensi bisa menjadi langkah yang efektif untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Tingginya tekanan darah dan risiko pasien untuk mengalami penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung dan stroke, akan menentukan jenis pengobatan yang sesuai.

0 comments:

Post a Comment