Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Thursday, May 5, 2016

Sabda Hidup


Jumat, 06 Mei 2016
Hari Biasa Pekan VI Paskah
Hari Pertama Novena Pentakosta
warna liturgi Putih 
Bacaan
Kis. 18:9-18; Mzm. 47:2-3,4-5,6-7; Yoh. 16:20-23a. BcO Kis. 22:22-23:11

Yohanes 16:20-23:  
20 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita. 21 Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia. 22 Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu. 23 Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku.

Renungan:
Dalam hidup kita memang ada hal-hal yang terasa membebani. Dan tanpa kita sadari kita sering terbelenggu oleh beban tersebut. Hidup makin hari makin terasa berat dan kita tidak segera menemukan sukacita.
Tuhan mengatakan bahwa dukacita yang kita alami akan membawa kepada sukacita. Bagaikan seorang ibu yang melahirkan anaknya akan begitu bersukacita kala tahu anaknya lahir dengan selamat. Penderitaan yang baru saja dirasakan sirna dan digantikan oleh sukacita.
Ibu yang mengandung mempunyai harapan dan kekuatan untuk melahirkan anaknya. Hidup kita bukan hanya beban saja, namun ada banyak hal lain yang bisa menjadi kekuatan kita untuk bangkit dan menghasilkan sesuatu. Maka rasanya daripada selalu meratap dengan beban yang kita alami, kita bangkit dengan harapan dan kekuatan yang kita miliki. Apa yang kita punya mencukupi untuk hidup kita.

Kontemplasi:
Pejamkan sejenak matamu. Ingatlah kekuatan-kekuatan dirimu yang bisa membuatmu hidup.

Refleksi:
Tulislah 10 kekuatan dalam dirimu.

Doa:
Tuhan aku bersyukur atas kekuatan yang Kauanugerahkan kepadaku. Aku percaya Engkau menjamin hidupku dengan kekuatan-kekuatan tersebut. Amin.

Perutusan:
Aku akan menemukan kekuatanku untuk hidup dalam sukacita. -nasp-

0 comments:

Post a Comment