Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Thursday, November 19, 2015

Lamunan Pekan Biasa XXXIII

Jumat, 20 November 2015

Lukas 19:45-48

19:45 Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ,
19:46 kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun."
19:47 Tiap-tiap hari Ia mengajar di dalam Bait Allah. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa Israel berusaha untuk membinasakan Dia,
19:48 tetapi mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, dalam beribadat bersama orang memang memerlukan tempat. Tempat ibadat bersama tidak sama dengan rumah tempat tinggal sehingga banyak umat berusaha untuk membangun rumah khusus.
  • Tampaknya, sebagai tempat doa bersama rumah ibadat juga membutuhkan aneka perlengkapan. Berbagai sarana dan prasarana dibutuhkan sebagai fasilitas untuk menciptakan suasana yang memudahkan orang berdoa.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata semegah apapun bangunan tempat ibadat dan selengkap apapun fasilitasnya, apabila di antara orang-orang yang bertanggungjawab dan tokoh-tokoh tidak menekankan hidup akrab dengan kedalaman batin, kesemuanya mudah menjadi arena mengejar proyek yang memberikan keuntungan finansial. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan mengembangkan hidup keagamaan sebagai tanda dan sarana hubungan intim dengan Tuhan dan keterbukaan dengan siapapun dan ciptaan lain.
Ah, apapun di dunia ini memang untuk kepentingan pengembangan kesejahteraan.

0 comments:

Post a Comment