Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Thursday, June 2, 2016

Sabda Hidup


Jumat, 03 Juni 2016
HARI RAYA
HATI YESUS YANG MAHAKUDUS
warna liturgi Putih 
Bacaan
Yeh. 34:11-16; Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6; Rm. 5:5b-11; Luk. 15:3-7. BcO Rm. 5:1-21 atau Rm. 8:28-39

Lukas 15:3-7: 
3 Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: 4 "Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? 5 Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, 6 dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetanggan serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan. 7 Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan."

Renungan:
Seorang anak kecil meninggalkan uang di atas kasur lalu masuk ke kolong tempat tidurnya. Karena gelap ia mengambil senter lalu masuk ke kolong lagi. Ketika keluar dia tersenyum senang sambil menunjukkan uang 500 yang ia temukan di kolong tempat tidurnya.
Tuhan mengatakan, "Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?" (Luk 15:4). Ia yakin bahwa semua orang pasti berusaha menemukan satu dombanya yang tersesat.
Mencari yang hilang dan tersesat adalah sikap naluriah manusia. Ia akan berusaha menemukan miliknya yang hilang. Bahkan ada yang menjaga miliknya dengan cara yang ekstrim. Kiranya kita pun akan mencari dan menemukan kembali mereka yang tersesat. "Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan" (Luk 15:7).

Kontemplasi:
Pejamkan matamu sejenak. Ingatlah satu dua saudaramu yang hilang/tersesat. Ingatlah bagaimana sikapmu. Bangkit dan carilah dia.

Refleksi:
Bagaimana sikapmu terhadap mereka yang hilang/tersesat?

Doa:
Bapa kuatkanlah hatiku untuk menemukan kembali mereka yang tersesat dan hilang. Amin.

Perutusan:
Aku akan mencari yang tersesat/hilang. -nasp-

0 comments:

Post a Comment