Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Saturday, August 20, 2016

Sabda Hidup


Minggu, 21 Agustus 2016
Hari Minggu
Biasa XXI
warna liturgi Hijau 
Bacaan
Yes. 66:18-21; Mzm. 117:1,2,; Ibr. 12:5-7,11-13; Luk. 13:22-30. BcO Tit. 1:1-16

Lukas 13:22-30:
22 Kemudian Yesus berjalan keliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem. 23 Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: "Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?" 24 Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat. 25 Jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu, kamu akan berdiri di luar dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata: Tuan, bukakanlah kami pintu! dan Ia akan menjawab dan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang. 26 Maka kamu akan berkata: Kami telah makan dan minum di hadapan-Mu dan Engkau telah mengajar di jalan-jalan kota kami. 27 Tetapi Ia akan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang, enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan! 28 Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi, apabila kamu akan melihat Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi di dalam Kerajaan Allah, tetapi kamu sendiri dicampakkan ke luar. 29 Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. 30 Dan sesungguhnya ada orang yang terakhir yang akan menjadi orang yang terdahulu dan ada orang yang terdahulu yang akan menjadi orang yang terakhir."

Renungan:
Di akhir tanggal 17 Agustus yang lalu bangsa kita mendapat hadiah yang membahagiakan. Salah satu atletnya bisa mempersembahkan medali emas olimpiade. Tantowi Ahmad dan Liliyana Natsir mampu merebut medali tersebut dengan mengalahkan pasangan dari Malaysia. Kala melihat pertandingan tersebut tampak keyakinan dan semangat Owi dan Butet, sebutan mereka, untuk mempersembahkan kado terbaik untuk negeri ini. Semua itu pasti dengan perjuangan yang tidak mudah.
Ketika menjawab pertanyaan orang tentang sedikit saja yang diselamatkan Yesus mengatakan, "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat" (Luk 13:24). Untuk memperoleh keselamatan orang mesti berjuang karena banyak orang ingin melalui pintu yang sesak itu.
Perjuangan Owi dan Butet menjadi kebahagiaan dan kebanggaan seluruh bangsa. Keberhasilan mereka terasa sebagai keberhasilan bangsa. Kiranya kala kita pun terus berjuang untuk memenangkan sesuatu banyak orang akan mendukung kita. Pasti akan ada yang mengganjal. Namun kala kita tetap bertahan dalam jalanNya kita pun akan bisa masuk di pintu yang sesak tersebut.

Kontemplasi:
Bayangkan dirimu antre mau memasuki pintu yang sesak itu.

Refleksi:
Apa yang perlu kaulakukan agar bisa masuk dalam pintu yang sesak itu?

Doa:
Bapa terima kasih Engkau selalu memberi kesempatan padaku untuk selalu berjuang dalam hidup ini. Semoga aku bisa memasuki pintuMu yang sesak tersebut. Amin.

Perutusan:
Aku akan mengusahakan dan bertahan dalam kebaikan jalanNya. -nasp-

0 comments:

Post a Comment