Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Monday, February 29, 2016

Lamunan Hari Biasa Pekan Prapaskah III

Selasa, 1 Maret 2016
 
Matius 18:21-35
 
18:21. Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"
18:22 Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.
18:23 Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.
18:24 Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.
18:25 Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.
18:26 Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.
18:27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.
18:28 Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu!
18:29 Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan.
18:30 Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.
18:31 Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.
18:32 Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku.
18:33 Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?
18:34 Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.
18:35 Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."
 
Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, bagi orang yang dipandang baik dia akan mengampuni orang yang bersalahkepadanya. Meskipun demikian orang memang tidak merasa nyaman kalau hidupnya disalahi oleh orang lain.
  • Tampaknya, karena tidak nyaman bahkan tidak tahan untuk menanggung sikap atau tindakan orang lain yang menyalahi, amat wajar kalau orang memiliki keterbatasan kesabaran. Maka layaklah kalau sesudah berapa kali pengampunan atas kesalahan orang lain hubungan terputus.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata sebesar dan sekerap apapun kesalahan dilakukan oleh orang lain, bagi yang biasa berhubungan baik dengan kedalaman batin itu bagaikan kerugian yang jumlahnya amat sangat kecil dibandingkan dengan besar kebaikan cuma-cuma dari amat banyak orang lain atas kerugian karena tindakan salahnya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan selalu berjuang untuk terbuka berelasi baik dengan siapapun yang menjahatinya
Ah, kita harus memutus hubungan dengan yang kerap bersalah kepada kita.

0 comments:

Post a Comment