Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Saturday, February 13, 2016

Lamunan Pekan Prapaskah I

Minggu, 14 Februari 2016

Lukas 4:1-13

4:1. Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun.
4:2 Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai Iblis. Selama di situ Ia tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu Ia lapar.
4:3 Lalu berkatalah Iblis kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti."
4:4 Jawab Yesus kepadanya: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja."
4:5 Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia.
4:6 Kata Iblis kepada-Nya: "Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki.
4:7 Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu."
4:8 Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"
4:9 Kemudian ia membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah,
4:10 sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau,
4:11 dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu."
4:12 Yesus menjawabnya, kata-Nya: "Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!"
4:13 Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, dalam setiap agama ada kebiasaan untuk menjalani saat-saat khusus untuk membuka diri pada tuntunan Tuhan. Dalam saat khusus itu orang dapat mengundurkan diri dari hidup hariannya.
  • Tampaknya, ada pemahaman bahwa tindakan mengundurkan diri dari hidup harian dalam agama adalah untuk dapat hidup kudus seperti Tuhan. Dengan mengundurkan diri orang dapat memperbanyak doa, mendalami hidup beriman, mengurangi makan minum, dan siap berdana bagi yang berkebutuhan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa bagi yang biasa bergaul akrab dengan kedalaman batin tindakan mengundurkan diri dalam hidup beragama bukan untuk terbuka pada tuntunan ilahi karena itu terjadi justru pada orang yang sudah hidup dalam yang ilahi dan kegiatan pengunduran diri adalah untuk makin memperdalam keintiman hubungan dengan yang ada di kedalaman batinnya. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang akan selalu berlatih dan berlatih untuk mengolah sikap kedalaman batin.
Ah, dalam agama retret itu yang untuk mendapatkan kebaikan.

0 comments:

Post a Comment