Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Saturday, October 8, 2016

Sabda Hidup


Minggu, 09 Oktober 2016
Hari Minggu Biasa XXVIII
warna liturgi Hijau 
Bacaan
2Raj. 5:14-17; Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4; 2Tim. 2:8-13; Luk. 17:11-19. BcO Sir. 10:6-18

Lukas 17:11-19: 
11 Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea. 12 Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh 13 dan berteriak: "Yesus, Guru, kasihanilah kami!" 14 Lalu Ia memandang mereka dan berkata: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam." Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir. 15 Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, 16 lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria. 17 Lalu Yesus berkata: "Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? 18 Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?" 19 Lalu Ia berkata kepada orang itu: "Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau."

Renungan:
Tampaknya orang lebih mudah berdoa kala dirinya sedang ada masalah. Ketika sedang dilanda sedih doanya seakan tak kunjung henti. Ketika sakit ia akan bermohon-mohon agar bisa sembuh. Rintihan tangis pun seakan menjadi doanya. Namun seringkali orang lupa kala rahmat melimpahi dirinya. Ia merasa keberhasilan diraih karena kemampuannya.
Sepuluh orang sakit kusta berteriak meminta pertolongan pada Yesus. Mereka ingin kustanya ditahirkan. Mereka pun mendapatkan yang mereka inginkan. Namun dari 10 orang itu hanya satu orang yang kembali kepada Yesus untuk bersyukur dan mengucapkan terima kasih. Orang itu pun orang Samaria.
Kiranya layak kita tidak hanya memohon, tetapi kita juga mensyukuri atas rahmat yang kita peroleh. Tidak perlu rahmat yang besar. Hidup harian pun adalah rahmat yang Tuhan berikan kepada kita. Maka marilah kita mengembangkan rasa syukur kita, juga syukur atas rahmat harian yang telah kita peroleh.

Kontemplasi:
Duduklah dengan tenang. Hadirkan rahmat Tuhan dalam hidup harianmu.

Refleksi:
Apa saja rahmat yang sehari-hari kauterima?

Doa:
Tuhan terima kasih Engkau telah menyelenggarakan hidup harianku. Semoga aku selalu bisa mensyukuri rahmat harianku. Amin.

Perutusan:
Aku akan melambungkan syukur dan terima kasih atas rahmat harianku. -nasp-

0 comments:

Post a Comment