Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Friday, January 13, 2017

Lamunan Pekan Biasa I

Sabtu, 14 Januari 2017

Markus 2:13-17

2:13. Sesudah itu Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka.
2:14 Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia.
2:15 Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia.
2:16 Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: "Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"
2:17 Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

Butir-butir Permenungan
  • Tampaknya, ada gambaran bahwa Tuhan mencintai kebaikan dan kebenaran sebagai kemuliaan hidup. Kepada yang baik dan benar Tuhan akan menganugerahkan kedamaian dan kesejahteraan.
  • Tampaknya, ada gambaran bahwa Tuhan membenci pada sikap dan tindakan orang-orang yang hidupnya menjadi batu sandungan bahkan amat merugikan dan menyengsarakan masyarakat luas. Kepada golongan ini Tuhan akan memerosokkan ke dalam segala kesengsaraan.
  • Tetapi BISIK LUHUR berkata bahwa, bagi yang biasa bergaul dekat dengan kedalaman batin, sekalipun tekun menjalani hidup dengan penuh kesetiaan menjalani segala perintah agama tetapi hatinya membenci golongan yang disebut penyakit masyarakat, orang seperti itu sejatinya jauh dari hadirat Tuhan yang amat peduli lewat kebersamaan kasih dengan golongan itu agar segala keburukannya terdaur menjadi pupuk suburnya kebaikan umum. Dalam yang ilahi karena kemesraannya dengan gema relung hati orang menyadari bahwa dalam Tuhan kaum jahatpun harus dicintai.
Ah, bagaimanapun juga orang yang sungguh baik akan mengambil jarak dari kaum jahat.

0 comments:

Post a Comment