Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Friday, January 27, 2017

Sabda Hidup


Sabtu, 28 Januari 2017
Peringatan Wajib St. Tomas Aquino
warna liturgi Putih 
Bacaan
Ibr. 11: 1-2,8-19 ; Mzm. MT Luk. 1:69-70,71-72,73-75; Mrk. 4:35-41. BcO Rm 11:13-24

Markus 4:35-41:
35 Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang." 36 Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia. 37 Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. 38 Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?" 39 Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. 40 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?" 41 Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"

Renungan:
Dalam banyak kesempatan kita sering menyaksikan orang yang tertidur. Ada orang yang selalu tertidur kala mengikuti pelajaran. Ada pula yang selalu tertidur kala lagi ikut pertemuan. Ada juga yang tertidur kala lagi misa. Seringkali ada yang isengin, usilin, mungkin juga jengkel dengan mereka yang selalu tertidur. Tidak jarang ada rasan-rasan tentang mereka.
Kali ini kita disuguhi kisah Yesus yang tertidur di kapal. Walau badai melanda Ia tetap tidur pulas. Mungkin Dia cape. Para murid yang kebingungan dan takut berusaha membangunkannya. Ia pun bangun, meredakan badai dan menegur ketidakpercayaan para murid.
Mungkin kita pun pernah mengalami kelelahan sehingga tertidur kala lagi menjalani acara. Siapa pun bisa mengalami hal tersebut. Yang terpenting bahwa dalam kondisi apapun kita tetap terjaga dan percaya bahwa Allah menjaga kita. Ia selalu menyertai kita dan membebaskan kita dari aneka bahaya.

Kontemplasi:
Bayangkan kisah dalam Injil Mrk 4:35-41. Bandingkan dengan pengalamanmu.

Refleksi:
Bagaimana menjaga kepercayaan Tuhan melindungi kita?

Doa:
Tuhan kuatkanlah imanku untuk meyakini perlindungan-Mu. Semoga dalam badai apapun aku tetap percaya Engkau menjagaiku. Amin.

Perutusan:
Aku akan selalu percaya Tuhan melindungiku.-nasp-

0 comments:

Post a Comment