Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Friday, January 13, 2017

Sabda Hidup


Sabtu, 14 Januari 2017
Petrus Donders, Odorico dr Pordenone
warna liturgi Hijau 
Bacaan
Ibr. 4:12-16; Mzm. 19:8-9,10,15; Mrk. 2:13-17. BcO Rm 3:21-31

Markus 2:13-17:
13 Sesudah itu Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka. 14 Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia. 15 Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia. 16 Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: "Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" 17 Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

Renungan:
Suatu kali aku lagi mencari orang untuk main film. Berbulan-bulan kucari tidak ketemu. Sampai akhirnya aku berjalan ke suatu tempat. Tiba-tiba di sana aku menemukan orang yang kuperlukan. Kudekati orang itu dan kuajak dia untuk main di film. Ia pun mau merasul di dunia film bersama kami.
Setelah menyembuhkan banyak orang Yesus pergi lagi berjalan. Di tengah perjalanannya Ia bertemu dengan Lewi. Ia pun tertarik mengundang dia menjadi murid-Nya. Lewi yang dipanggil pun langsung menanggapi panggilan Yesus tersebut.
Kadang kita pun mengalami kesulitan untuk menemukan sesuatu. Semakin kita cari semakin sulit kita temukan. Makin lama kita bisa makin stress karena tidak segera menemukan yang kita cari. Pada saat seperti itu rasanya kita memang akan sulit menemukan yang kita cari. Alasannya karena pikiran kita ruwet dan tidak segar. Maka kala mengalami seperti itu baik kalau kita relaksasi. Salah satunya kita berjalan dengan tenang. Kita tenangkan pikiran kita. Kita pun akan menemukan yang kita cari.

Kontemplasi:
Bayangkan dirimu lagi mencari sesuatu yang tak segera ketemu. Semakin dicari semakin tidak kautemukan.

Refleksi:
Bagaimana menemukan sesuatu yang kita cari kalau terasa semua jalan buntu?

Doa:
Tuhan aku percaya Engkau ada dan menemani pencarianku. Semoga aku pun tetap tenang mencari yang kumau sampai ketemu. Amin.

Perutusan:
Aku percaya menemukan yang aku cari. -nasp-

0 comments:

Post a Comment