Pages

Subscribe:
/
  • Domus Pacis

    Domus Pacis atau Rumah Damai berada di Puren, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Di rumah ini sedang dikembangkan pastoral ketuaan. "Tua tak mungkin terlambat datangnya, namun renta bisa ditunda hadirnya"

  • Indahnya di usia tua

    Tua namun tak renta, sakit tak sengsara, Mati masuk surga

  • Tua Yang Bijaksana

    Menjadi Tua itu kepastian, namun tua yang bijaksana itu suatu perjuangan.

Sunday, January 22, 2017

Sabda Hidup



Senin, 23 Januari 2017
Yosep Maria dari Beniganim, Hari keenam Pekan Doa Sedunia
warna liturgi Hijau 
Bacaan
Ibr. 9: 15,24-28; Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4,5-6; Mrk. 3:22-30. BcO Rm 8:18-39

Markus 3:22-30:
22 Dan ahli-ahli Taurat yang datang dari Yerusalem berkata: "Ia kerasukan Beelzebul," dan: "Dengan penghulu setan Ia mengusir setan." 23 Yesus memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan: "Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis? 24 Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan, 25 dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan. 26. Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri dan kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, melainkan sudahlah tiba kesudahannya. 27 Tetapi tidak seorangpun dapat memasuki rumah seorang yang kuat untuk merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu. Sesudah itu barulah dapat ia merampok rumah itu. 28 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. 29 Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal." 30 Ia berkata demikian karena mereka katakan bahwa Ia kerasukan roh jahat.

Renungan:
Kadang-kadang orang tidak ingin kehilangan kekuasaannya. Ia takut apa yang telah ia raih tidak bisa dijaga dan hilang begitu saja. Atau bisa juga ia takut kebusukan yang telah ia lakukan selama berkuasa terbongkar. Orang yang seperti itu biasanya akan membuat gerakan dan perkataan yang menimbulkan polemik dan  menimbulkan keresahan. Ia tidak membantu pemimpin penggantinya mengatasi persoalan tetapi malah memberi persoalan tambahan. Wilayah seakan dipimpin 2 penguasa yang berebut pengaruh.
Tuhan Yesus dituduh menggunakan kuasa beelzebul untuk mengusir setan. Dengan penghulu setan untuk mengusir setan (bdk. Mrk 3:22). Tentu pernyataan mereka ini sangat mudah membangkitkan pertanyaan kenapa setan melawan setan. Maka Yesus pun mengatakan,  “Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis? Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan, dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan” (Mrk 3:23-25). Pemimpin ganda pasti menimbulkan persoalan kepemimpinan dan kemungkinan memecah wilayah/warga yang dipimpin.
Maka ketika kita lengser dari tampuk kepemimpinan kita sungguh perlu menjaga kata dan tindakan kita. Sebaiknya kita membantu pengganti kita menata wilayah bukan malah tetap mau menancapkan kekuasaan dengan gerakan dan  kata (keluhan) kita. Ketika kita iklas merelakan pengganti kita bekerja kita tidak akan kehilangan kehormatan. Namun kala kita tidak rela, Maka kehormatan kita pun akan hilang dan kita akan menjadi yang tertuduh sebagai pemecah belah bangsa.

Kontemplasi:
Bayangkan ada mantan pemimpin yang masih ingin berkuasa dan merecoki penggantinya.

Refleksi:
Apa yang akan kaulakukan kala lengser dari kepemimpinanmu?

Doa:
Tuhan semoga para mantan pemimpin mempunyai jiwa yang besar dalam memberikan kesempatan kepemimpinan penggantinya. Semoga mereka sungguh membantu bukan merecoki. Amin.

Perutusan:
Aku akan membangun jiwa besar mendukung penggantiku. -nasp-

0 comments:

Post a Comment